nhk

IRS FDR Sentul 2017: Yamaha Dulang Sukses, Masih Riset Terus, Ini Saran Buat Panitia

IRS, SPORT150, SENTUL
Kelas sport 150 diikuti 40 pembalap. Luar biasa

ManiakMotor –  Penyelenggaraan kejurnas seri 1 IRS FDR sudah selesai dengan sukses di sirkuit internasional Sentul, Bogor (18-19/3). Meski sempat diganggu hujan di hari pertama (race1) dan kering di race 2, dua kelas lomba (Sport 150 dan sport 250 cc) dimoninasi Yamaha, setelah Honda pilih absen di nomor puncak. Malah kemenangan Yamaha di Sport 250 cc seperti sudah ‘janjian’ antara Rafid Topan dan Willy Hammer.

Ketika race 1, Willy  dari Yamaha Yamalube NHK IRC Nissin DID NGK Bahtera Racing tampil sebagai pemenang, sedang di race 2 menjadi milik Rafid Yamaha IRC KYT Cream-pie Syafina. Posisi ketiga di dua babak lomba dihuni Imanuel Pratna (WR KYT RJL Team). Berarti, skill dan kekuatan Yamaha YZF-R25 ketiga pembalap berimbang.

Lebih seru lagi di kelas sport 150 diikuti 40 pembalap. Luar biasa. Malah lomba di race 2 sempat diulang (restart) setelah mendapat kibaran bendera merah (red-flag). Ada kecelakaan pada lap 2 di tikungan 3 dan 4.

Podium sport 250. Rafid (tengah) dan Willy (kiri) gantian menangnya

Meski start ulang, tim anyar Yamaha musim ini, Yamaha Yamalube Jasti Putra NHK FDR 549 Kaboci dengan pembalap Richard Taroreh jadi bintang balapan. Ia menapak podium pertama di kedua race. Begitu pun dengan Gupita Kresna (Yamaha Yamalube PT. MJB Swallow Nissin KYT KYB DID) setia di urutan kedua dan ketiga jadi milik Fabrianus Balank (Yamaha Yamalube Aspira Premio FSCM WJ72 HDS Racing Team).

“Saat  start ulang, saya memilih bemain aman dulu untuk menjaga daya tahan mesin. Jangan sampai overheat. Baru 2 lap terakhir saya tekan dan berhasil juara, “tutur Richard yang diback-up tuner Achos Lalang dan mencatat waktu terbaik 1 menit 50,824 detik. Pastinya, kedepan tim-tim Yamaha siap melanjutkan riset yang telah dilakukan selama ini.

Betul sekali. Seperti dibilang Widya Krida Laksana—gaul dipanggil Gendut – dari bengkel GDT Racing selaku mekanik Yamaha Bahtera Racing dan advisor teknis di Yamaha Syafina.  Pihaknya masih terus melakukan riset pengembangan sesuai dengan perubahan dalam regulasi Kejurnas Sport 250 cc. Banyak yang harus disesuaikan dengan aturan magnet standar pabrik.

Meski menuai sukses, Yamaha menyampaikan saran kepada panitia untuk seri berikutnya. Apa itu? Menyangkut  warm-up (pemanasan) di kelas sport 250. Jadwalnya terlalu berdekatan sama race, sehingga waktu untuk berbagai persiapan agak kurang. “Untuk kelas Kejurnas Sport 250 cc, idealnya ada perubahan schedule antara warm-up dan race jangan terlalu dekat, “saran Wahyu Rusmayadi, Divisi Motor Sport PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) . Rilis Yamaha  www.yamaharacingindonesia.co.id

BAGIKAN