nhk

IRS Sentul 2013, Premium Class (Underbone) 125 Cc, Kete Juaranya

 

 

ManiakMotor – Time di underbone atau premium class memang berjatuhan. Maksudnya tidak mencapai kecepatan ideal seperti mereka bermain di Sentul Besar.  Peraturan oktan 95 lewat Petamax Plus juga dipakai di IndoSpeed Race Series (IRS) 2013.  Catatan 125 cc misalnya, bisa mencapai 1 menit 56 detik, bahkan untuk ARRC pernah segitu dengan 115 cc. Di seri pertama31 Maret 2013 ini, masih ada selisih 1 detik lebih.

Di QTT waktunya malah hanya bermain 1 menit 58 detik. “Kecepatan saya kurang di R-2. Tidak seperti biasanya punya power untuk mengajak motor meluncur enak. Makanya setelah lepas dari rombongan pertama sulit untuk mengejar ulang,” kata Gupita Kresna yang di IRS hanya sendirian membela Kawasaki Manual Tech IRC KYT (KMTK), lantaran Yudhistira lebih fokus di Supersports 600.

Tidak seperti IndoPrix seri pertama lalu di Sentul International Karting (Sentul Kecil) justru catatan waktu lebih cepat, setelah kompresi diturunkan akibat penggunaan Pertamax Plus. “Penurunan kompresi bikin putaran atasnya lebih tinggi. Tapi kalau diterapkan di sirkuit besar seperti Sentul Besar ini, semua harus diriset ulang. Berubhanya kompresi selalu menggeser peak power dan torsi. Tapi, sebentar lagi pasti akan lebih cepat dari avgas,” yakin Ibnu Sambodo, pawang KMTIK.

Hawadis, mekanik senior yang jadi otak korekan Jupiter Z tunggangan Kete menyiapkan beberapa versi model kepala silinder. Saat ditemui Jumat, 29 Maret, tangannya yang item manis masih serius pegang head sambil mengukurnya pakai buret. Buret adalah penakar cairan untuk menghasilkan angka combustion chamber (vc) dalam menghitung kompresi.

“Dicari yang paling pas dengan kondisi sekarang. Sebisa mungkin mendekati perbandingan kompresi saat menggunakan avgas, agar karakternya tetap sama. Ini saja masih kurang,” terang Hawadis yang telah membuktikan teorinya saat Kete juara  seri pertama IP 110, baru lalu.

Maka Kete selalu berada di rombongan depan. Memang saat race 125 cc  angin bertiup cukup kencang di Sentul, “Lebih baik menjaga posisi tetap di rombongan pertama dari pada di posisi pertama harus melawan angin. Repotnya bila angin bertiup dari samping. Meman saat ini tenaga motor perlu ditambah,” kata Kete yang akhirnya menjuarai balapan setelah duel klasik khas Sentul Besar mulai dari R terakhir sampai garis finish.

Sentul Besar punya lintasan yang lebar dan memudahkan pembalap menyusul dan terpancing melakukan jalur ngaco. Ya iyalah.  Makanya, jalur balap jangan sering berubah apalagi saat bertarung rapat. Saat bertarung inilah kadang pembalap tidak sadar pergelangannya menurunkan putaran mesin. “Saat kembali ke jalur yang benar, motor lebih lambat ke peak  dibanding menggunakan avgas,” tutur Dias Kumoro Djati yang membela Honda Banten NHK Nissin FDR. Adit

BERITA TERKAIT:

Hasil Semua Sesi IRS Sentul Seri 1, 30 – 31 Maret 2013

IRS Sentul 2013 Seri-1; Premium (Underbone) 110 Cc Disikat Irwan Ardiansyah

IRS Sentul 2013 SS 600 Race2: Milik Ninja 600 M Fadli

IRS Sentul 2013 Rece-2 Kejurnas 250; Tiga CBR250 Di Depan, Ninja 250 Samakin Jauh, Uh, Uh…

IRS Sentul 2013 Race-1 SS 600; Didapat Yudhistira (Ninja 600), Lulusan QMMF Racing Dan IRS

 

BAGIKAN