nhk

IRS Sentul 2016 Final 250 cc: Red Flag, Lomba Jadi Milik Imanuel, Jurus Set Up Suspensi!

IRS, ROAD RACE, SENTUL, BOGOR, KIMANUEL

ManiakMotor – Kibaran bendera merah (red flag) di lap 9 kejurnas IRS kelas 250 cc membuat kemenangan menjadi milik Imanuel Putra Pratna dari tim Yamaha Yamalube Nissin TJM. Insiden antara M. Dwi Satria (AR-1 ABirawa NHK RBRT) dan Alvian Hadiputra (RCB1 BJM) menyebabkan pimpinan perlombaan menginstruksikan red flag.

ROAD RACE, IRS, SENTUL, BOGOR
Duel Imanuel (depan) dan Amin

Lomba pun dihentikan. Karena, para pembalap sudah menempuh 9 lap, berarti sudah melampaui 2/3 dari total 12 lap. Imanuel yang berada di posisi terdepan kala bendera merah dikibarkan, maka El – sapaan akrab Imanuel – dinyatakan juaranya.

IRS, ROAD RACE, BOGOR, SENTUL, INDONESIA
Imanuel bersama Manager Ade Taruna (kanan) dan pemilik tim

El yang di sesi kualifikasi merebut pole potition terlibat duel sengit dengan Syahrul Amin (Yamaha Yamalube NHK IRC Nissin NGK Bahtera RT) sepanjang 9 lap. Bahkan keduanya mampu meninggalkan 10 detik pesaingnya.  Amin sendiri, meskipun hanya finish kedua, tapi dia sukses kembali mengunci juara nasional di 250. Yes, Amin double winner 150 dan 250 cc.

Jadi pertanyaan, bagaiman jurus El begitu tampak dominan dibanding seri sebelumnya. Hawadis mekanik senior yang pegang YZF R25 El membeberkan. ”Kali ini coba dengan pengapian total loss. Bila sebelumnya dengan bubut magnet, seri ini pakai rotor. Beban kerja mesin jadi lebih ringan, akselerasi naik secara grafik juga lebih bagus. Hasil dyno juga ada kenaikkan dari 412 HP jadi 43,7 HP,”sebut Hawadis.

Tuh, kan! Hal itu juga didukung dengan set up ECU aRacer yang optimal.  ”AFR 12,6:1, flow rate 70%, deacceleration 150. Setup ini sesuaikan dengan karakter mesin dan riding style

ROAD RACE, IRS, SENTUL, BOGOR, IMANUEL
Seting suspensi yang pas

Imanuel yang lebih halus,”beber Mr. Leon, tuning ECU yang membackup sepenuhnya pacuan Imanuel juga di ARRC.

Nah, yang tak kalah menarik adalah penyesuaian setting suspensi depan. ”Ya, karakter ban Dunlop memang beda dengan Pirelli sebelumnya. Bawanya harus lebih halus, kuncinya adalah kompresi sok depan dibuka 1 ¼ putaran. Juga tekanan ban depan 200 psi, belakang 190 psi. Beban memang lebih besar di bagian depan,”timpal Rudianto, pemilik tim yang justru terlibat setting sok (Traxx-D).

“Ini modal dan motivasi untuk main di seri akhir ARRC Buriram Thailand, awal Desember mendatang,”ujar El yang kali ini didampingi kedua ortu. Selamat! Ardel

BAGIKAN