nhk

IRS Sentul 2016  Race 250: Duel YZF R25 Pelek 20-30 Juta-an, Amin  Jawara Tapi Belum Aman!

Roadrace, balap, motor, irs, sentul

 

ManiakMotor –  Ketika balapan, duet  Syahrul Amin dan Wilman Hammer dari Yamaha Yamalube NHK IRC Nissin NGK Bahtera Racing Team  berpeluang mengulang sukses di sesi kualifikasi. Tapi, baru saja tiga lap, laju Wilman terhenti lantaran ada masalah pada settingan ban.  Beruntung Syahrul bisa menuntaskan kelas 250 cc  dengan finish pertama pada kejurnas seri 4 IRS di sirkuit Sentul, Cibinong, Jabar (9/10).

Syahrul  berjibaku melawan M. Dwi Satria (AR-1 Abirawa NHK RBRT), M. Zaki Adil dan Nico Julian (Yamaha Yamalube Nissin Tunggal Jaya) juga Irwan Adrinsyah (Yamaha Yamalube Nissin KYT FDR). Sesuai prediksi, kelas ini bakal jadi pertarungan sengit antar pemakai pelek aluminium saja. Semenatara andalan lain macam Janoer Deden (Yamaha akai Jaya BAF Sidrap MBKW2) dan duet Yamaha Racing Indonesia Galang Hendra Pratama dan Rey Ratukore dengan pelek standart terpaksa ‘menyerah’. Bagaimana tidak, dari sisi bobot kendaraan sudah terpaut 3,5-4 Kg-an. Ya, kalah sebelum bertanding tuh! Ckckck…

Road race, IRS, balap, motor, sentul
Podium 250

Benar saja, Janoer Deden lewat mekaniknya Haris Shakti Wibowo alias Mlethiz hanya menargetkan masuk lima besar. Padahal, secara power motor dari beberapa sebelumnya R25 bernomor start 57 kompetitif dibarisan depan. So, tak bisa dihindari lagi, seri berikutnya makin ramai dengan pelek almunium dengan kisaran harga 20-30 juta-an. Dengan pelek ringan mudah dapat top speed lebih singkat lantaran putaran lebih ringan.

“Pengaruhnya memang di akselerasi sampai top speed lebih maksimal. Karena tenaga yang ditransfer ke putaran roda lebih ringan. Jadi perubahan pada best lap time,”analisa Wahyu Rusmayadi, manager Yamaha Racing Indonesia (YRI). Wajar saja, dari beberapa lap awal, 5 pembalap dengan pelek almunium OZ Racing, Galepeed, Marchesini saja yang fight dibarisan depan.

“Untuk set up mesin hampir sama dengan sebelumnya, hanya naikkan perbandingan kompresi sesuaian spefikasi bahan bakar. Seri ini fokus di setting suspensi depan ganti catridge produk Andriani,”sebut Widya Krida Laksana alias GDT. Oleh Dedi Permadi selaku mentor,”Efek penggantian catridge masuk cornering lebih bisa menata meskipun dengan hard braking. Otomatis keluar cornering jauh lebih cepat juga bisa lebih fokus. “amatnya.

Apa pun, pertarungan dikelas bergengsi ini belum tamat, Amin masih terpaut 20 point dibanding M. Zaki diperingkat kedua. So, dengan tersisa satu seri segala kemungkinan masih bisa terjadi. Mantap! Ardel

BAGIKAN