nhk

IRS Sentul 2016 Race: Ramai Tuding Pelek Impor, Nih Solusi Menghadangnya

 

 

ManiakMotor – Pada gelaran kejurnas IRS seri 3 di sirkuit Sentul, Bogor, kemarin (14/8 para tim dan pembalap ramai membicarakan soal pemakaian pelek. Terutama di kelas Sport 250 cc, disinyalir ada yang memakai bahan lebih ringan dan katanya sudah tidak sesuai dengan regulasi yang mengharuskan pakai pelek “standar”.

ManiakMotor coba menanyakan perihal ini kepada pengawas lomba dari PP IMI, Raymond mengenai  kata standar. Ditegaskannya bahwa standar di sini untuk Sport 250 harus pelek ukuran 17 inci  sesuai bawaan pabrik dan berbahan aluminium. Meski produk tersebut aftermarket masih diperbolehkan. Begitu rinci Raymond.

Yang digunjingkan tim, ternyata ada yang memakai pelek import seperti Gale Speed atau OZ. “Pelek impor itu kan ada yang berbahan aluminium dan magnesium. Terpenting 17 inci dan aluminium,” tegas Raymond. Soal kurang adanya perincian yang detail dari regulasi dan hanya kata standar, diakuinya.

Dalam kelas Sport 250 ada tiga tim yang kedapatan menggunakan pelek impor Yang  harganya puluhan juta. Ini jelas akan membuat bobot motor jadi lebih ringan. Keuntungan yang didapat, apalagi kalau bukan catatan waktu jadi lebih cepat. “Diregulasi tercatat di kelas Sport 250 pelek standar, tapi ada tiga tim pakai pelek impor. Ini yang dipertanyakan peserta, masih bingung soal regulasi yang muncul tidak detail dan seksama,” ujar Maliq, tuner TJM.

Suroto, manajer tim Astra Honda Motor melihat, di setiap balapan, penyelenggara harus bisa menjabarkan regulasi lebih detail dalam aturan lomba. Katanya, hindari sepotong kata yang didefiniskan sebagai hal yang kurang baik efeknya. “Tim yang pakai pelek impor mahal dan raih waktu yang bagus serta bisa podium, ini kebiasaan akut yang perlu di kawal,” harapnya.

Soal regulasi dari PP IMI, dihimbau untuk semua tim agar membacanya dengan baik. Bila ada yang sifatnya mengambang, apalagi bisa dimanfaatkan celahnya untuk meraih kemenangan, segera protes.  Seperti soal pelek ini, tim yang mau pake harga ratusa juta rupiah sekalipun, bisa dihadang lewat bobot, entah itu secara keseluruhan dengan motor atau cukup pelek yang akan dipakai saja. Jadi, sebelum lomba pelek yang mau dipakai di scrut (periksa) dan dikasih tanda segel, usai lomba periksa lagi. Beres, toh. Gitu aja kok repot! MM 

BACA JUGA

IRS 2016 Sentul (Seri 3) Sport 150: Disikat Syahrul Amin, Ini Jurusnya!

IRS 2016 Sentul Seri 3: Agung Didu Balap Lagi Setelah 2 Tahun ‘Bertapa’

IRS Sentul 2016 Jelang : Kesempatan Galang dan Imanuel Asah Ketrampilan Sebelum ke India

IRS 2016 Sentul (Seri 3): Dominasi Yamaha (150&250 cc), Point Ketat!Seru

BAGIKAN