nhk

IRS Sentul 2016 Seri 2: Supersport 600 Kawasaki Manual Tech Fokus Asia, Mental Kuat

 

ManiakMotor – Hadirnya salah satu ‘legenda’ balap tanah air Ahmad Jayadi di seri 2  IRS jadi bagian menarik dari kelas supersport 600 cc. Apalagi kelas moge menengah tahun sepi, kenapa atuh mah? Padahal tahun-tahun sebelumnya menjadi kelas utama, grid di Sentul Besar kerap penuh. Minggu 22 Mei 2016 saat seri 2 hanya diikuti 8 pembalap.

Itu pun selain ditambah Jayadi dan  dua pembalap Kawasaki Manual Tech (KMT), H.A Yudhistira dan A.M Fadly. Pertarungan sengit pun terjadi dua sesi yakni Yudhistira Vs Gerry Salim (Astra Motor Racing Team) dan dibelakangnya AM Fadly Vs Irfan Adriansyah. “Bikin lebih semarak lagi kejurnas macam IRS ini. Pabrikan meski mendorong tim-tim biar ikut serta. Honda-Kawasaki sudah, Yamaha?” kata Adi, sapaan akrabnya yang di masa mudanya sangat sulit ditaklukan di Sentul di kelas apa pun.

Di ronde dua itu,  Yudhis dan Gerry yang saling mengalahkan di posisi 1-2 dalam dua race. Tapi AM Fadly konisten posisi ke-3. Itu podium Fadly pertamanya sekaligus uji coba perdana bagi AM Fadly di 600 cc di Sentul. Lho iya to, dia naik ke-600 sama sekali berlum pernah turun di Sentul dengan mesin 600 cc, walau sudah dua seri ikut ARRC 2016 di kelas tersebut.

Ibnu Sambodo menyebut kejurnas sport ini  sekadar ajang berlatih dan adaptasi bagi Fadly. Dia nggak sebut untuk promosi di dalam negeri menjadi negara penjualan Kawasaki Motor Indonesia yang mendukung timnya Ibnu, “Ini kan sekarang ikut, walau sulit mengejar target kejurnas. Sebab seri pertama absen, karena sponsor untuk kejurnas sangat minim. Kawasaki Jepang yang menunjang lebih fokus ke Asia,” jelas Ibu dengan logat Jawane yang kenthal…  

Pendapat Yudhistira beda lagi dari sisi yang lain. Maklum di ARRC dia menjadi andalan Indonesia yang tuntutannya sangat tinggi. Yang dilawan joki Jepang mantan dari Moto2 dan MotoGP. Juga ada Australia (MotoGP) dan Malaysia dari mantan Moto2 dan event di Eropa lainnya, ”Dalam situasi begitu mental dan skill kudu melampaui batas kemampuan diri sendiri. Karena itu, event di domestic semacam kejurnas sangat dibutuhkan untuk mental dasar dan jam terbang,” ucap Yudhis yang di ARRC kerap melayani pepet-pepetan permainan tingkat dunia yang dia sebut sudah melewati mental dan teknik membalapnya, kuncinya mental.  

Saat ini pemain supersport yang keterampilannya oke di Indonesia adalah Yudhis dan Dimas Ekki Pratama. Itu setelah M Fadli Imanuddin menyatakan pension. Jadi IRS memang tujuannya mencari pelapis mereka dan selanjutnya mengganti dengan prestasi lebih mendunia. Kan itu cita-cita semua pembalap. Caranya, kelasnya harus ramai dan kompetisi banyak di lokalan. Ardel

BACA JUGA

Hasil IRS Sentul Seri 2, Bogor, Jabar 21 – 22 Mei 2016

IRS Sentul 2016 Seri 2: Hebohnya R25 Community, OMR Paling Diminati

IRS 2016 Sentul Seri 2: Kejurnas Sport 250, Kejutan Airscoop R25 M. Zaki, Amin Setting Suspensi

IRS Sentul 2016 Seri 2; Race Kejurnas Sport 150, Masih Yamaha R15, Honda CB150R Ke-3

IRS Sentul 2016 Seri 2: QTT Kejurnas 150 cc Millik Honda CB150R, Macan Mana R15

BAGIKAN