nhk

Jelang ARRC Suzuka 2018: AP250 Akan Kembali Imbang

ManiakMotor – AP (Asia Production) 250 kelas yang banyak peminatnya di Asia Road Racing Championship (ARRC). Semakin banyak pengikut, tentu semakin rame persaingannya. Walau sampai sekarang kelihatannya aturannya belum imbang-imbang amat. Imbang kalau di trek dadakan, eh kecil.

Topan dan motornya siap

Tetap saja belum ada yang kapok ikut. Masih ada tiga merek yang menjual 250 cc di Asia ikut di situ. Yakni Yamaha, Honda dan Kawasaki walau yang disebut terakhir ini, kurang ‘gairah’, “Tetap gairah kok. Kebetulan saja hanya satu motor yang dilepas,” sebut Ibnu Sambodo dari Kawasaki Manual Tech yang motornya All Newa Ninja Fi mulai melawan.

Usai ronde 2 di Australia kemarin yang memimpin klasemen adalah Reza Danica (Honda Indonesa). Itu setelah di Australia kemarin, sirkuitnya memanjakan tunggangan Reza. Putaran atas terus yang harus diumpan bahan bakar yang banyak. Kan CBR250RR punya kelebihan pada diameter masuk dan buang.

Dua pembalap YRI

Menurut Rafid Topan yang mewakili Yamaha WR Battery yang punya aki kering setrumnya banyak, ah iklan. Tapi itu benar aki yang kuat kok, “Akinya kuat. Tapi mesin motor kalah spek. Seperti sirkuit Australia yang gas terus, susah mengejar lawan. Tapi di Suzuka saya rasa akan kembali imbang,” sebut Rafid Topan, pembalap TJM.

Beda lagi dengan dua pembalap Yamaha Racing Indonesia. Keduanya adalah ‘pemula’ di Asia, maksudnya baru tahun ini terjun ke ARRC. Yakni M Faerozi dan Richard Taroreh. Sudah pendatang baru, motornya kalah spek pula, “Ya memang harus kerja keras,” kata Taroreh. Raider

 

BAGIKAN