nhk

Jelang ARRC Thailand 2019: Proliner 549 Kaboci Konsentrasi Porting Dan Kem

ManiakMotor – Serius sekali Proliner 549 Kaboci Racing Team membangun motornya untuk UB150. Sebut UB sudah pasti untuk Asia Road Racing Championship (ARRC). Kembali baru lalu pada Jumat-Sabtu 17-18 Mei 2019 tim ini sedang merngembangkan motornya di Sentul Besar.

Bagi Achos de Lalang sebagai mekanik bertanggung jawab penuh pada tim, konsentrasinya  untuk mengejar ketertinggalan jam terbang ikut ARRC. Kan baru tahun ini Achos yang mekanik papan atas Indonesia tersebut ikut UB150, “Terutama perbedaan regulasi. Memang UB150 mirip-mirip dengan MP3, tapi kenyataannya beda penerapannya,” sebut Achos yang ke Sentul Besar membawa banyak model knalpot Proliner.

Lagi diriset di Sentul Besar

Maklum, knalpot selalu menyesuaikan dengan korekan si Achos. Untung saja, itu knalpot Proliner dibuat dengan robotik. “Minta model apa pun sesuai hitungan mekanik kami siapkan dan selalu ada,” dukung Rio Tan, bagian teknik PT Enwan yang memproduksi knalpot Proliner.

Kembali ke Achos yang konsentrasinya pada porting untuk ARRC. Saluran masuk dan buang bahan bakar ini, disesuaikan dengan sirkuit yang panjang-panjang dan lebar-lebar berkelas internasional. Maksudnya tikungannya tidak sekadar menikung, tapi menikung dengan rolling speed yang nggak habis-habis, nafas mesin harus juga panjang.

Porting tersebut tentu ada hubungan dengan pengatur bahan bakar, yakni kem. Pengatur saluran masuk dan buang, juga fokus si Achos. Karena itu sangat berkaitan. Harus disesuaikan dengan sirkuit.

Sementara, “Saya baru tahun ini ikut ARRC. Patokannya kebanyakan Sentul Besar, ini yang harus saya kreasi sendiri sembari menghitung sendiri lewat komputer tikungan-tikungan sirkuit Chang di Thailand, misalnya. Jadi begitu sampai di sirkuit, kami sudah siap,” tutup Achos sembari konsentrasi membuat kem yang matap untuk sirkuit Chang, Thailand tempat seri berikutnya UB150 di akhir Mei nanti. Raider

BAGIKAN