nhk

Jelang ARRC Zhuhai 2019: Klasemen AP250 & UB150 Dipimpin Pembalap Indonesia

ManiakMotor – Di ARRC atau Asia Road Racing Championship, gengsi Indonesia ada di dua kelas AP250 dan UB150. Maklum sajalah bro, dua tipe motor ini juga mudah ditemui di jalanan Indonesia. Produsen pun menjualnya dengan promosi yang nggak mau kalah.

Menghadapi ronde 5 di sirkuit Zhuhai, Cina 9 – 11 Agustus 2019, dua kelas di atas yang memimpin klasemennya Indonesia. Yang lebih sadis AP250 posisi 1 – 3 adalah joki-joki INA, “Saya sudah sampai Zhuhai. Siap menambah pundi klasemen,” papar Andy M Fadly. Pembap Manual Tech Kawasaki ini memimpin klasemen AP250 dengan 127 point yang ditempel Irfan Ardiansyah (Astra Honda Racing Team) dengan 104 point.

AM Fadly

Usaha Fadly tentu akan didukung Ibnu Sambodo yang tahun ini benar-benar fokus pada mesin Ninja 250 Fi. Beda dengan tahun lalu doski masih terbagi pada kelas lain. Kini dia bisa berinovasi dengan gagasannya lebih banyak pada mesin 250 cc. Mainkan, pakde.

Sedang di kelas UB150, Wawan Wello (SND Racing) yang memimpin dengan 71 point. Wawan meninggalkan 12 angka posisi kedua dan ketiga. Posisi kedua ini joki dari Filipina yang awal-awal seri bisa mencuri angka banyak. Wawan punya kesempatan melampiaskan ‘kegagalannya’ di One Prix hanya ikut kelas penghibur, karena nggak masuk kualifikasi dari 24 pembalap di Tasik.

Ketatnya persaingan boleh dilihat pada klasemen yang urutan 2 sampai 6 diisi pembalap Filipina dan Malaysia. Baru deh di posisi ke-7 ada Richard Taroreh (Proliner 549 Kaboci Racing Team). Munculnya tim ini memang mantap, kan wajah baru bro, “Segala kemungkinan masih terbuka. Posisi ke-7 klasemen dengan selisih 27 point, masih ada kesempatan dengan lomba UB150 menganut dua race,” papar Achos de Lalang dari Proliner 549 Kaboci yang mengaku terus mencari formula korekan mesin agar MM-King dikebut Taroreh dan Murobil Vitoni alias Robby Sakera kian laju sangat di ARRC.

Sedang Aldi Satya Mahendra (Yamaha Racing Indonesia) yang juara race-2 di Jepang saat hujan, mengdongkrak posisinya di klasemen ke-8. Point-nya hanya beda 2 angka dengan Taroreh. Aldi sudah mengumpulkan 42 angka. Pasukan YRI sih berjanji dan bersumpah akan dapat hasil maksimal.

Catatan, sirkuit Zhuhai terakhir digunakan oleh ARRC pada 2012. Saat UB masih yang kapasitas 130 cc dan kelas AP250 belum dilepas. Jadi untuk data pada dua kelas ini memang sangat minim, termasuk pembalapnya belum semuanya punya pengalaman di Zhuhai. MM

BAGIKAN