nhk

Jelang Drag Bike Bantul 2017: Awas Joki Jatim Digdaya, Bongkar Rahasia  

IDC, Bantul, Joki Jatim

 ManiakMotor – Seri perdana Indonesia Dragbike Championship (IDC) di trek Lanud Pantai Depok, Yogyakarta, pekan ini (2/4) bakal seru dan deru. Joki-joki pentolan Jatim  seperti Alvan Cebonk (Nganjuk), Erwin Sredex (Mojokerto), Gerry Percil (Madiun), dan Daffi Mini (Tulungagung) menyerbu ke sana, makanya seru dan deru. Trus, beberapa joki ndalan Jatim sempat membisik rahasia kedigdayaan mereka pada portal ini kala di kejurnas di Tulungagung lalu. Wah….

Richo Bochel, salah satu joki senior Jatim  sebut soal sensor di Jatim terkenal paling ‘jahat’. Joki sama sekali nggak bisa bergerak sebelum lampu benar-benar hijau. Hal itu jadikan joki Jatim matang secara skill. Refleks dan feeling mereka terbiasa sekali. “Padahal, awalnya sensor model begini dihindari, tapi seiring waktu justru jadi kebutuhan. Saat joki Jatim main di luar daerah, lebih siap dengan model sensor yang tak seketat di Jatim,” sebut Richo yang kemungkinan absen.

Soal sensor lampu juga diiyakan Bambang ‘Kapten’ Haribowo yang pangkatnya tetap Kapten sepanjang masa itu. Dia malah jadi Ketua IMI Jatim saat ini. “Tak hanya sensor, data yang disajikan pun tergolong lengkap seperti ada reaction time, ET60 dan speed motor. Dari data itu bisa dianalisa potensi joki dan motor,” ujar Kapten yang juga punya timing system berlabel Tag Heuer (Amerika) itu.

Data itu adalah sumber analisa tim dan pembalap. Data yang mengajarkan banyak elmu. “Dengan data yang lengkap kita bisa ukur kekurangan motor atau joki. Seperti reaction time (RT) itu penting, ibarat balap liar udah kalah lepas start dulu kalo RT nya jelek, time nya jadi kebuang,” nilai Richo. “Imbasnya pada rasa percaya diri lantaran sudah terbiasa dengan sensor lampu yang sensitif,” yakin Gerry Percil, salah satu rookie bersinar saat ini dari Jatim.

Tunggu rahasia berikutnya! Ardel

 

BAGIKAN