nhk

Jelang Drag Bike Kebumen, Regulasi Mesin FU Standar, Makin Kencang Cocok Buat Kohar

 


ManiakMotor Regulasi FU Standar (Jateng) jauh beda dengan tahun lalu. Dulu, memang FU benar-benar standar yang terjangkau semua lapisan. Bahkan tukang ojek yang pakai FU monggo mendaftar, karena masih bisa bersaing. Tapi sekarang, tukang ojek harus menarik penumpang sebanyaknya baru bisa ikut. Termasuk pelajar harus merengek pada ortu untuk tambahan uang jajan yang banyak, karena harus bisa mengorek FU-nya dengan bebas.

Birowo Seno (JBX) dan Wawan Kristiarto yang mahir mengorek FU sepakat, catatan waktunya bakal lebih kencang, ongkos mengorek juga kencang. Ini dibandingkan dengan regulasi tahun sebelumnya yang memang masih std. “Dulu paling hanya main porting, shim, bobok kenalpot dan menyesuaikan sproket. Sekarang diameter klep bebas, rasio bebas, krukas bebas, noken as bebas, piston bebas, dan rocker arm bebas. Lha, mana standarnya?komentar keduanya sambil memastikan powernya melonjak jauh (lebih dari 50%).

Mungkin yang dimaksud regulasinya adalah, ‘standar bebas’, kalee. Standarnya sebebasnya. Ada ya kelasnya  standar bebas? Ah ngaco kamu. Iya, standar korek memang pupuler. Ya, sama dengan aturan sebelumnya yang standar dikorek-korek saja. Kalau standar diganti-ganti apalagi sebut bebas, berarti bukan standar lagi??? Ya lebih tepat, kelas Standar Bebas FU, lucu nggak? 

Di awal kemunculan kelas ini diminati lantaran sesuai kantong pelajar dan tim yang hanya sekadar hobi. Mereka tetap maniak, tapi belum maniakmotor.com, hehehe. “Dengan regulasi sekarang, biaya riset otomatis membengkak. Kami  sendiri bertahap dulu bagaimana memaksimalkan power dengan biaya yang minim,” jelas Anton, juru bicara tim CMC, Jogja. “Regulasi sekarang sudah menyamai FU Tune-Up, cuma beda kapasitas. Terlepas dari biaya, buat yang ingin fight di kelas ini bisa dengar saran yang paham FU,” timpal Dwi Batank, joki semua kelas.

Misalnya, klep lebih baik standar. Itu kalau dihitung dengan cc tetap 150.  Rasio harus dihitung ulang, agar perpindah dari gigi rendah ke tinggi motor tidak tersentak. Apalagi dengan karbu vakum FU, kurang teriak alias masih keberatan di atasnya. “Krus as standaraja, karena torsi FU sudah cukup gede. Sedang kem pakai yang mentah milik FU yang didesain ulang durasinya,” sambung Wawan.

Anton CMC yang memastikan akan hadir di event Kebumen Drag Bike (KDB) 2013 di sirkuit Pejagoan, Kebumen, Jateng (10/3), sudah pasti akan ikut di kelas ini.  Dia bilang rasio FU jagoannya masih standar. “Hanya shim yang disetel dan memadatkan kompresi, karena baru itu yang bisa dilakukan dengan perubahan aturan,” cerita Anton yang belakangan bilang CMC tidak menantang siapa-siapa di kelas ini.

Oke, tunggu up-date selanjutnya, mempertanyakan soal standar bebas yang sudah mirip korek jalanan yang medium. Eit, yang masih bingung, hubungi Indiel di 081325286279 soal event di Kebumen ini.  Ardel

BERITA TERKAIT:

Drag Bike Jepara, FU Standar, Siasiati Regulasi Dompet Tipis

Jelang Drag Bike Kebumen, FU Standar Warrior, Saling Tantang..!

Drag Bike Jepara, ‘Pasar Kaget’ Matik 200 Cc

Drag Bike Jepara, Lintasan Basah, New Jupiter Z Pele Melejit..!

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353