nhk

Jelang Drag Bike Kudus, Pakai Aturan Bobot Ringan

 

 

 

ManiakMotor – Titel drag bike ini internasional, mainnya di Kudus, Jawa tengah. Pesertanya juga kebanyakan berbahasa Jawa, meleset dikit pakai logat Jakarta, tapi 100 persen pakai bahasa Indonesia. Memang begitu tiga seri TDR Racing International Drag Bike Championship (TRIDBC) 2013. Seri pertamanya 20-21 April 2013 di Jln, Lingkar Jati Utara, Kudus, Jawa Tengah.

International di dalam logo event ada maksudnya. Aturan lombanya internasioal yang diadopsi dari drag bike Thailand. “Pengumpul poin terbanyak akan diberangkatkan ke Thailand untuk mengikuti final racenya. Mereka melawan jagoan Thailand seperti tahun-tahun sebelumnya,” buka Benny Rachmawan, selaku punggawa dari TDR Racing Indonesia.

Apa pun yang tebaik harus ditiru. Standar drag strip di Thailand jauh berbeda. Di Thailand  lintasannya permanen sepanjang 1,2 km dengan lebar tiap lintasan 5 meter. “Kondisi lintasannya pun mulus namun dengan pori-pori yang besar sehingga ban meenggigit,” kata Toni Chupank yang beberapa kali mencicipi drag strip di sana. Iya, Pank, kalau di Indonesia, lintasannya bopeng, yang mulus di Sentul saja…

Semoga di Kudus besok lintasannya tidak  bopeng. Walau sirkuitnya dari jalan raya, tapi telah ditata agar mendekati standar. Terutama standar keselamatannya seperti jarak pengereman, minimum 200 meter. Tujuan event ini lebih pada kualitas ketimbang banyak-banyakan peserta. Itu janji penata eventnya yang dipimpim orang Alqaedah, hehe. Namanya Frryd Sungkar yang terkenal penyulap jalan  raya jadi sangat layak balapan.  

Karena sasarannya Thailand, kelas pengumpul poin terbanyak terfokus di Matic Tune-Up s/d 155 cc, Matic Tune-Up s/d 200 cc dan Super Matic alias kelas bebas khusus matik. Tiga kelas ini yang menjadi  utama.  Aturan bobot pada tiga kelas tersebut  juga bukan aturan kejurnas drag bike Indonesia, tapi aturan Thailand. “Matik 155 dan 200  minimum 105 kg dan Super Matik 90 kg, semua dihitung bersama joki,” sambar Utomo, selaku pemilik tim TSS Adnoc yang hapal luar kepala. Maklum bro, langganan juara. Di Indonesia ketiga kelas ini diharuskan berbobot minimum 115 kg bersama joki.

Bukan berarti kelas lain tidak dipertandingkan, tetap sama kelas-kelasnya seperti drag bike biasanya. Bahkan setiap kelas ada hadiah yang menarik dikeluarkan Mitra 2000 selaku pemengang merek TDR, YSS, dan Comet. Itu dihitung per item, semakin suku cadang TDR yang dipkai semakin banyak juga tambahan rupiah yang didapat jika podium 1-3. “Jangan khawatir, dari 10 kelas yang dilombakan, tujuh di antaranya merupakan kelas non matik atau bisa diikuti motor yang pakai persneling, adil kan?” tukas Benny.

Oke deh.  Adit

BERITA TERKAIT:

Drag Bike Jogja, Event Yang Punya Jenjang

Jelang Drag Bike TDR Kudus, Palembang Dan Bandung. Rame Nih..!

Pertamina Drag Bike Senayan 2013, Sejarah Catatan Indonesia, 6,776 Detik Oleh Chodox Di FFA

BAGIKAN