nhk

Jelang IDC Pemalang 2017: Touch 140 Berknalpot Model Ninja, 7.238 Detik, Mantap!

ManiakMotor – Bukan kelas utama, tapi tetap menjadi kelas yang ada gengsiny.  Catatan waktunya bermain di 7,2-7,3 detik. Itulah gambaran sport 2T 140 cc TU di Indonesia Drag Championship (IDC) akhir pekan ini (21/5-2017) di Sirkuit Pantai Widuri, Pemalang, Jateng.

Salah satu kontestan motor yang patut diwaspadai Yamaha Touch korekan Ari Setyawan di tim V-Reinz Bali Queen. Minggu lalu (14/5) Touch ini sikat podium pertama di Pertamax Dragbike Championship (seri 2) di Banjar Patroman, Jabar. Saat itu digas Alvan Cebonk (Malang) yang tembus 7.238 detik.

Di IDC seri 2 besok, Cebonk embela tim yang sama. Touch ini masih ada joki andalan lain yang tak bisa dianggap enteng,  yakni Dicky GA. Seri 1 IDC di Pantai Depok, Bantul, Yogyakarta (2/4) lalu, rookie asal Temanggung, Jateng itu podium kelima dengan best time 7.451 detik. “Meski bukan kelas point, kelas ini butuh skill dengan tenaga besarnya,” komentar Dicky yang janji tampil apik.

Touch V-Reinz sejak awal menggunakan tinggi lubang buang 25 mm. Dengan tinggi begitu, pelepasan gas buang lebih singkat, walau Ari dipaksa hitung ulang kompresi lebih tinggi. Sedang  transfer bilas turun 1 mm. Memang hanya 1 mm bergeraknya, tapi porting-porting inlet-nya mulus dan halus dengan tetata manuis.

Perubahan signifikan dibanding sebelumnya, pada riset knalpot. Lehernya model Ninja yang landai, rpm bisa lebih tinggi dari sebelumnya. “Makanya pilot jet naik sampai 70 dari sebelumnya 62,” beber Ari yang kalem itu seraya tegaskan knalpotnya disulai oleh ABRT20 Muffler.  Riset baru knalpot tersebut perutnya berdiameter 39 mm dan leher 38 mm. Tujuannya? “Biar gas buang cepat ke perut,” timpal Bendol yang punya ABRT20.

Touch yang lain tentu saja nggak tinggal diam. Mereka akan melakukan perlawanan macam Touch  korekan Yuda Sanjaya (SJP33) dan  Nugroho alias Potter (Aneka Pekajaman). Siapa unggul? Ardel

 

BAGIKAN