nhk

Jelang IRS Sentul, Tetap Panas Ninja 250 Vs CBR 250

ManiakMotor – Kejurnas supersports 600 cc di IndoSpeed Race Series, sudah jadi milik Doni Tata (Yamaha Indoprom). Poinnya tak terkejar teman setimnya, Dimas Ekky Pratama. Sebabnya, Dimas terjatuh di seri 4, awal November 2012. Jadinya, Doni aman dan pasti dalam menghadapi seri 5 atau penutup IRS, 9 Desember 2012 di sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Perhatian pada IRS yang diplot sebagai balap mengutamakan jenjang dunia ini, tetap di sport.   Yakni kejurnas 250 cc yang sejak awal seri terjadi ‘panas-panasan’ antara Kawasaki Ninja 250 dan Honda CBR250.  Kedua merek yang kebetulan di pasar umum sedang bersaing soal teknologi portbike masa kini. Otomatis dua merek ini mengangkat 250 cc jadi bergengsi. Di saat yang sama atau 2012 sedang booming Gamgnam Style. Sorry brosist, saat lagi ngetik sembari diiringi musik Korea itu, kaki dan tangan nggak terasa ikut iramanya. Hayo goyang coy…

Yang sebenarnya balap prototipe Moto3 yang kapasitasnya sama dengan kejurnas 250 cc, termasuk di dalamnya one make race Honda CBR250 di ARRC. Nama eventnya di ARRC adalah Asia Dream Cup (ADC).  “Semua serba dekat dengan prototipe, termasuk ke supersports 600. Hanya memang, jenjang ke Moto3 lebih pas dengan kejurnas 250 cc ini,” jelas Bambang Gunardi dari Indospeed, pelaksana IRS. Toz dulu pak, sama pikiran kita. Maksudnya dengan maniakmotor.com yang membuat kilikernya kian maniak dengan motor.

Sampai seri 4, Ninja vs CBR ini masih imbang. Seri pertama CBR yang berkuasa, seri 2 Ninja, lalu CBR dan Ninja lagi. Sama kuat. Bedanya konsistensi juara ada pada dua CBR milik Astra Motor Racing Team (AMRT). Makanya pembalapnya Wawan Hermawan dan Denny Triyugo berada di puncak klasemen. “Di seri lima ini saya cukup ke-3, tetapi bukan mengamankan poin yang dicari. Balap harus tetap masksimal, kalau bisa ke-1,” kata Denny yang mengaku kejurnas 250 sebagai pelemasan otot sebelum testing ulang Moto3 di Jepang lanjutan ujicoba dari 8 besar ADC.

Sebaliknya dengan Ninja, pembalapnya tidak ada audisi ke Moto3.  Hehehe, bukan itu, tetapi, pembalapnya gonta-ganti yang di depan. Makanya posisi 3 klasemen tiba-tiba dipegang Ivan Atmadja (Ilegal Blaze B’Pro Racing) yang sebelumnya dihuni Joseph Kevin dari Leon AHX Els. “Ninja memang belum rata. Sebelum kejurnas, tim-tim Ninja terbiasa dengan aturan OMR. Begitu ada kejurnas dengan regulasi resmi, tim-tim seperti mencari ulang dari nol,” jelas Ibnu Sambodo, pawang semua merek Kawasaki di Indonesia. Mantap ya, Pakdhe ini… 

Awal seri kejurnas 250 cc, pasukan ijo atau Kawasaki dari pabrikan Indonesia sebenarnya langsung terjun. Tapi hanya sekali seri alias seri pertama yang menerjunkan langsung M. Fadli. Di seri pertama ini memang terjadi perdebatan soal bobot  dan direvisi pada seri 2, tetapi M.Fadli sudah menghilang. Itu sama juga dengan ‘mundur-nya’ Kawasaki di kelas 250 cc yang kata Ibnu memberi kesempatan pada tim-tim perorangan. Ito

BERITA TERKAIT:

IRS Sentul Kejurnas 250 CC: Ninja VS CBR250, Skor Sama

IRS Sentul, Bebek 125 cc, Diaz Juaranya

IRS Sentul 250 CC: CBR250 Dwi Satria Jagoan QTT

 

Klasemen Sementara 250 cc

1.       Denny Triyugo              Honda                76

2.       Wawan Hermawan         Honda               67

3.       Ivan Atmaja                 Kawasaki             61

4.       Joseph Kevin                Kawasaki             49

Dwi Satria                        Honda                   36                           

BAGIKAN