nhk

Jelang Kejurnas IRC Motocross Ciamis, Garuk Terus..!

 


ManiakMotor – Lewis Stewart, bule Oztrali benar-benar becanda di moto-2 MX2 (125 cc grade A) pada seri-4 IRC Motocross International Championship. Di sirkuit Martoloyo, Tegal, Jateng minggu lalu itu,

Lewis tak serius sama artinya doi ‘pura-pura’ jatuh di tikungan pertama (R1) selepas start. Itu membuat ribuan penonton bersorak gembira, tepuk tangan. Plok..plok..!

Justru itu yang dinanti Lewis, lalu gantaian  penonton yang dipaksa mengikuti ke mana arah gerak Husqvarna TC250 bernomor 7 itu yang dipacunya. Bukan sulap bukan sihir, tak perlu nunggu waktu lama, satu per satu crosser nasional dilewati sampai doi kembali ke posisi 2 hingga finish. “Aje gile! Dengan spek motor yang sama, doi sama sekali tak gentar. Apalagi kalau bukan karena fisik prima dan teknik mumpuni,” sportif Alexander Wiguna, crosser Lombok yang membela Gandasari MX.

Itu kira-kira gambaran permainan seri 5 Kejurnas IRC Motocross di sirkuit Gapuraning Rahayu, Ciamis, Jawa Barat, minggu ini atau 15 – 16 September 2012. Bahwa, pemain lokal biasanya mampu melakukan perlawanan, seri 4 kemarin hanya Andre Sondakh dan Aldi Lazaroni yang tidak ditinggal jauh dua bule Husqvarna MX Team tersebut. Dalam dua moto di seri 4 kemarin total poin untuk kejurnas didapat Aldi yang memperkuat Gandasari MX.

Sementara permainan teman-teman mereka sesama Indonsia, jujur saja jauh dari harapan. Mungkin pengaruh hampir 4 bulan ngaggur, jadi kurang menggigit. Agi Agassi yang biasanya meledak-ledak, kemarin keteteran. “Saya tiba-tiba kaku memainkan motor saat lomba. Entah kenapa?” kata Agi yang membela Dumasari MX Team tersebut.

Maksudnya jangan sampai bule itu lagi ‘mempermainkan’ crosser Indonesia seperti mainan. Pura-pura jatuh dulu, lantas kembali mengejar dengan mudah. Itu sama juga dengan bilang, keeecil. Jatuh berulang-ulang toh bisa juga podium kalau masih di Indonesia. Kira-kira begitu, bro.

Lightning Production  (LP) sebagai penyelenggara memang sengaja membuat kelas international demi tolok ukur crosser Indonesia.  “Indonesia harus belajar dari semua program motocross bule itu. Mereka sudah tiga tahun rutin ikut di sini, seharusnya mulai mendekati atau bisa ‘mengalahkan’. Teori dan praktek sembari sparing partner kan jalan dalam lomba IRC Motocross ini,” tegas Judiarto dari LP yang bukan Lembaga Pemasyarakatan tetapi Lightning Production  sebagai penyelenggara kejurnas motocross atau Pronas.

Hayo semangat..! Ardel        

BERITA TERKAIT:

Jadwal Baru Kejurnas IRC Motocross Seri-4

IRC Motocross Tegal, QTT Teknik Garuk Tanah Gembur

IRC Motocross Harvest, Sirkuitnya Indonesia

IRC Motocross Tegal, Moto-1 MX2, Nasional Alexandre Wiguna

10 Crosser Patah Tulang Di IRC Motocross

 

 

 

 

 

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353