nhk

Jelang MotoGP 2017: ECU Tunggal Menarik Banyak Merek, Balapa Imbang, Enak Ditonton

ECU Seragam MotoGP

ManiakMotor – Juara masih diperebutkanan antara Honda dan Yamaha di MotoGP 2016, tapi elektronik seragam membawa atmosfer MotoGP lebih baik. Tahun ini ada sembilan pembalap pernah juara seri dari rata-rata setiap seri diikuti 22 peserta. Di saat sama mampu menarik produsen ikut MotoGP. Nanti 2017 ada enam merek motor ikut berlaga.

Dorna Sport sebagai penyelenggara MotoGP memang menyodorkan ECU Magneti Marelli demi persaingan rata antar tim dan pembalap, hasilnya tontonan menarik. Di dalamnya juga persaingan yang murah. Pakai ECU seragam pembalap kudu keluarkan skill sendiri mengatur selongsong gas agar tenaga teratur sampai ke roda. Di area control traksi ini kelemahan paling besar ECU seragam bersama elektroniknya dibanding yang lama bawaan merek sendiri-sendiri.

Honda dan Yamaha pun sempat keberatan. Kedua merek ini sejak dulu punya ECU rancangan sendiri dengan software yang sangat canggih programnya. Intinya pakai ECU dewek jokinya lebih nyaman. “Pakai ECU seragam awalnya sulit bagi Honda, tapi umumnya langkah baik untuk MotoGP. ECU tunggal juga membuka produsen tertarik seperti KTM bergabung dan kinerja Suzuki langsung bisa bersaing,” kata manajer tim Repsol Honda Livio Suppo pada crash.

Lin Jarvis direktur Yamaha Racing mengakui ECU seragam punya beberapa keuntungan. Katanya, walau membuat kinerja motornya menurun, tapi di saat sama ada perubahan positif. “Positifnya pemenang seri tahun ini sangat banyak, termasuk dari pembalap tim satelit. Juga kemenangan Suzuki dan Ducati,” sebut Jarvis sembari bilang ngototnya pabrikan menentang ECU seragam kerena egois saja.

Intinya ECU tunggal ini keterampilan pembalap banyak dituntut. Kontrol mereka terhadap motor tidak sepenuhnya dikelola elektronik, tapi masih berdasarkan feeling membalap. Awalnya, itu sangat disukai pembalap-pembalap muda, lantaran mereka saat naik ke MotoGP belum terlalu mengenal elektronik yang canggih. Juga membuat pembalap senior yang sudah terlanjur nyaman oleh elektronik pabrikan kudu menyesuaikan ulang perilaku mesin yang tidak tersaring elektronik.

Biar bagaiman pun tetap yang punya duit yang unggul. Seperti yang terlihat pada 2016 tetap yang bersaing juara pemabalap dan konstruktor Honda dan Yamaha. Maklum mereka punya SDM yang mahal mengolah elektroniknya. “Kami juga diuntungkan, lantaran sejak 2014 sudah menggunakan alat ini. ECU seragam sudah ada sejak Open Class. Sekarang semua menggunakan perangkat yang sama dan kami 2016 bisa dua kali juara seri,” senyum Paolo Ciabatti, bosnya Ducati.

Ya bersyukurlah bos. Ito

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353