nhk

Jelang MotoGP 2017: KTM Antara Big Bang Dan Screamer, Butuh Torsi..!

Bradley Smith KTM 2017
ÿþ

ManiakMotor- Tinggal comot teknologi mesin Moto3 yang dua silinder 250 cc dan ditransfer jadi 1000 cc empat silinder, niscaya KTM akan melejit. Teknologi Moto3 yang saat ini dikuasai KTM, juga tak kalah ‘ribet’ dan mahal dengan MotoGP. Oh ternyata memang ada manfaatnya buat merek yang sudah besar di arena racing dunia itu, kecuali MotoGP yang belum dijajal. Tiga kali penampilan bikin bangga mereka.

KTM tampil pertama kali di GP Valencia dan saat Q2 telah mengalahkan dua motor. Itu pun dengan pembalap tester Mika Kallio. Ketika test resmi pertama kali untuk di Valencia, lumayan, pembalap utamanya mengalahkan 7 motor loh. Itu dilakukan Pol Espargaro, mantan pembalap Yamaha Tech3 yang 2017 di KTM bersama Bradley Smith. Sayang di Jerez si Pol tak hadir, tapi ada Kallio yang juga mengalahkan 7 pembalap saat lintasan kering pada test yang berlangsung 23 – 25 November 2016 tersebut.

Kallio sebagai pembalap tester dan dipercaya punya instuisi teknik dalam pengembangan membeberkan mesin yang sedang diujinya. Karena itu dia dipilih jadi tester sekaligus membangun KTM RC16. “KTM RC16 masih cari kombinasi tipe mesin. Dengan aturan 2016 kemarin, peserta lebih mengutamakan torsi untuk akselerasi. KTM pendatang baru harus menyesuaikan,” jelas Kallio yang orang Finlandia itu pada crash.

Kallio bilang bila tujuannya akselerasi yang diakali dari torsi pilihannya adalah pengapian  hampir serentak meledaknya atau big bang. Namun kalau soal awet ban masih ada kemungkinan pakai ledakan bergantian atau screamer. “Ini masih butuh pengujian lanjutan. Karena sulit memilih mana yang terbaik, dua-duanya punya kelebihan dan kekurangan,” tambah Kallio semberi bilang – walau baru isu – perpindahan Honda RC213V dari Screamer ke big bang demi akselerasi tersebut 2017.

Bagi KTM bukan hanya mesin yang jadi fokus pertama kali mereka coba MotoGP. Tapi menyangkut keseluruhan aspek motor. Ya mesin, sasis, lengan ayun dan suspensi. Apalagi inilah merek satu-satunya yang menggunakan suspensi WP yang dari turun temurun bekerja bareng dengan KTM, bukan Ohlins yang jadi sejuta umat di MotoGP. Itu yang mereka masih cari.

Smith usai test di Valencia memberberkan keadaan KTM yang baru dua kali dia gunakan. Katanya Kallio memang sudah ‘memberi jalan’ lebih awal pada dirinya dan Pol. “Selanjutnya pekerjaan masih sangat banyak. Yang penting untuk saat ini arah pengembangan ada pada jalurnya, jangan meleset,” sebut Smith.

Itu tadi, KTM punya basis dari Moto3 soal teknologi. Jadi kesan pertamanya okelah. Ito

BAGIKAN