nhk

Jelang MotoGP 2017: Lorenzo Ingin Stoner Jadi Pelatihnya, Mungkin Kesulitan Geber Ducati?

Stoner dan Lorenzo lagi akrab
Stoner dan Lorenzo lagi akrab membangun Ducati

ManiakMotor – Kerbersamaan dan keakraban Jorge Lorenzo dengan Casey Stoner saat tes Valencia bisa jadi panjang. JL ingin satu-stuanya pembalap yang bawa Ducati jadi juara dunia itu bergabung dalam timnya. Tak main-main, JL ingin mengangkat Stoner jadi pelatihnya. Harap maklum, Stoner paham betul trik berkendara dengan Ducati.

Sebelumnya Lorenzo memilih Cristian Gabbarini (eks kepala mekanik Stoner) menjadi chief mechanic tim Lorenzo bersama Ducati. Lorenzo sebenarnya sudah berusaha merayu Ramon Forcada, tapi Forcada memilih tinggal di Yamaha dengan Maverick Vinales.

JL akui keberadaan Gabbarini membuat hubungannya dengan Stoner cepat asyik. Keduanya tak bosan-bosan berdiskusi di sesi test Valencia untuk MotoGP 2017 lalu. “Masalahnya tinggal pada Casey, apakah ia mau terima tawaran ini. Belum dibicarakan posisi coach itu, tapi akan disampaikan,” ucap JL yang mungkin merasakan pertama kali naik Ducati akan banyak penyesuaian teknik menunggang selanjutnya?

Faktanya JL hanya ke-8 dari akumulasi test dua hari di Valencia pada 15 – 16 November 2016 lalu. Walau katanya JL pada pengenalan pertama hanya ditugaskan menyesuaikan, bukan kejar time. Tapi namanya pembalap, pasti nafsulah. Apalagi ada lawan pengukur yang sama-sama pindah merek, macam Maverik Vinales yang gantikan JL di Yamaha. Vinales pun tercepat di test tersebut. Atau Andrea Iannone yang digantikan JL di Ducati yang test kemarin pakai Suzuki bisa ke-4.

Petinggi Ducati macam General Manager Luigi Dall’Igna dan Direktur Sport Paolo Ciabatti sangat setuju maksud JL. Keduanya sejak tahun lalu memang ingin keterlibatan Stoner di Ducati bisa lebih banyak lagi, bukan sekadar test rider. Jika Stoner gabung dalam tim JL, maka mereka yakin akan menjadi super team.

Lorenzo sendiri mengakui berbagai nasehat Stoner sangat berperan membantunya melakoni tes perdana di atas Ducati. JL membesut Desmosedici GP16 yang ikut dibangun oleh Stoner. Stoner di mata JL adalah orang yang sangat memahami karakter Ducati. “Saya harap ia berkenan. Hanya saja ia kelihatannya sangat betah di Australia dan saya tak tahu apakah ia bersedia tinggal di Italia (markas Ducati) jika tawaran ini disetujui,” imbuhnya.

Sebelumnya Stoner sudah tegas menolak peran sebagai pembalap, bahkan lewat wild card sekalipun. Menarik menunggu apakah harapan JL bisa ia kabulkan? Andro