nhk

Jelang MotoGP 2017: Vinales Katanya Berbahaya Dengan M1, Rossi Saja ‘Ngeper’

Vinales dengan M1

ManiakMotor – Kesan pertama membawa Yamaha M1 nggak ada matinya ketika tes di Valencia. Perdana kali Maverick Vinales duduk di jok beda merek, potensinya dibilang para pengamat kandidat juara 2017. Sederhana saja melihatnya, yakni catatan waktu pada dua hari test pertama MotoGP untuk 2017 di Valencia lalu.

Tidak main-main, dua hari berturut Vinales yang terdepan dalan uji coba tersebut. Dia pula satu-satunya yang melarikan motornya di bawah 1 menit 30 detik alias  1:29.975 di Valencia. “Itu catatan waktu yang singkat dari debut seorang pembalap di merek baru. Luar biasa,” puji Valentino Rossi  pada saat test berlangsung.

Belakangan omongan Rossi ‘berubah’ yang entah dipelintir atau dipanasi mengenai rekan setimnya untuk 2017 tersebut. Berubahnya bisa jadi musuh yang  karakaternya mirip Jorge Lorenzo. Musuh di luar dan di dalam sirkuit, Bukan bilang Rossi ngeper. Itu bisa saja terjadi dalam satu kubu dihuni pembalap yang sama kuat.

Bukan soal Rossi masalah cerita ini. Tapi bakat Vinales si pemuda 21 tahun dari Spanyol. M1 yang belum disetel buat dirinya dan dirinya juga belum meberikan masukan apa-apa terhadap motor, tapi mampu dibawanya cepat. Di situ letak elastisnya tubuh dan otak Vinales menyatukan dengan M1.

“Macam mana kalau kemarin di Valencia, tim Vinales sudah mendapatkan data untuk motor sesuai riding style Vinales untuk 2017? Pasti akan lebih laju lagi! Jadinya dia joki berbahaya untuk 2017,” kata para pengamat di media-media MotoGP di Eropa, belum termasuk penulis di portal ini, hehe.

Belum lagi Vinales ini punya naluri periset dan pengembang motor yang baik. Telah dibuktikannya di Suzuki. Juga diuji ‘diam-diam’ oleh tim di Yamaha MotoGP yang nanti menangani Vinales dipimpin Ramon Forcada. Setiap mereka melakukan perubahan setelan motor, Vinales merasakan dampaknya. Walau setelan itu kecil sekali.

Artinya masukannya dan pengembangan nanti, sesuai dengan arah tim dan dirinya untuk menyusun motor siap pakai. “Cepat menyesuaikan dengan sirkuit, di saat sama dia (Vinales) mampu membawanya sampai limit. Di situ penyetelan motor akan lebuh jitu,” sebut Forcada si kepala mekanik yang tadinya menangani Lorenzo. Ito

BAGIKAN