nhk

Jelang MotoGP Amerika 2018: Marquez Jangan ‘Menyombongkan’ Kecepatannya

ManiakMotor – Marc Marquez hantam kromo tabrak sana dan sini di sirkuit Argentina karena ‘kosombongannya’. Semacam tepuk dada kalau sudah di jok motor Honda RC213V. Ini gue, jangan ditantang, gue tabrak kalian. Jumawa gitu?

Yang bicara Kevin Schwantz, mantan pembalap GP 500 dan juara dengan Suzuki 1993. Orang Amrik ini juga termasuk yang kerap bicara kontroversial, “Karena dia tahu bisa kencang sendiri saat basah, muncul kesombongan tersebut,” bilang Schwantz yang selalu terlibat bikin komentar bila gaduh di MotoGP modern.

Malah kata Schwantz, Marquez tahu betul akan terjadi benturan-benturan yang aman buatnya, tapi tidak buat yang lain. Bagi Schwantz trik Marquez ini sudah ada sejak di Moto2.

Maka harusnya saat di Moto2, Race Direction dan Dorna saat itu sudah mengingatkan Marquez, sehingga tak terbawa ke MotoGP. “Di MotoGP tidak sekadar balapan motor, tapi mengadu kecerdasan dan etika regulasi,” tambah Schwantz.

Schwantz lantas bicara tata krama balapan. Katanya, pembalap tidak bisa seenaknya. Ada celah masuk dari sisi dalam lantas melakukan tanpa peduli pihak lawan. Bisa juga motor lawan jadi sasaran untuk ikut membantu menghentikan dan mengubah arah belok motor sendiri.

“Kalau terjadi tabrakan hanya bilang minta maaf. Setiap pembalap tahu memomentum dari diri sendiri dan lawan, saat tepat untuk bisa menyalib. Dalam situasi begitu pun, masih ada yang melakukan salah perhitungan dalam kondisi genting. Marquez dengan sadar melakukan hal tersebut, lantaran terlalu jumawa,” pungkas Schwantz. MM

 

BAGIKAN