nhk

Jelang MotoGP Aragon 2018: Dua Teknis Ducati Muncul Bersamaan, Dovizioso Ikutan..!

ManiakMotor – Kini kemenangan Ducati dari 12 seri berlalu sudah enam kali. Berbagi sama dengan Honda. Di kubu Ducati sendiri juga terbagi, tiga kali dimenangi Jorge Lorenzo dan kemenangan sama dilakukan Andrea Dovizioso. Semua itu berkat kemajuan teknis Ducati.

Hebatnya, 4 juara itu dilakukan Ducati belakangan, gantian antara Lorenzo dan Dovizioso. Di sirkuit yang sebelumnya sulit di menangi motor Italia, mereka pun bisa jaya. Artinya progress Ducati ini masih terus menanjak, “Jujur saja, Ducati sekarang dibikin untuk semua model sirkuit. Ada sih masukan Casey (Stoner) yang selalu menarik. Tapi pada akhirnya, selalu disesuaikan dengan masukan pembalap inti,” papar Dovizioso usai memenangi Misano 2018.

Dari omongan Dovizioso ini sebenarnya Ducati menggabungkan empat masukan sekaligus. Yakni dari Stoner yang belakangan ngambek lantaran ide-idenya mengaku nggak digunakan dan  tester Michele Pirro. Tentu saja juga dari Dovizioso dan Lorenzo sendri. Nah pembalap terakhir ini, pasti juga punya ide banyak sesuai pengalamannya dengan Yamaha. Maka komplet sehingga GP18 terbentuk seperti empat kemenangan belakangan.

Yang berperan menggabungkan empat masukan pembalap ini adalah General Manager Ducati, Gigi Dall’Igna. Dia bisa memberikan hasilnya dalam bentuk motor siap pakai di sirkuit dimkasud. “Biasanya sesuai maunya pembalap, walau sudah ada masukan dari Casey (Stoner) sebagai tester, misalnya,” ulang Dovizioso yang rada membela Stoner agar nggak minggat dari tester Ducati.

Sebelum Gigi 2013 datang, Ducati punya kelemahan kronis pada understeering. Itu loh,  masuk tikungan, motor harus melebar. Untuk ngepas, kecepatannya kudu lebih lambat dari lawan. Kalau sama kencang malah out. “Gejala seperti ini yang hilang sejak tahun lalu. Motor kami sekarang agresif yang bisa dilihat di Misano,” tambah Dovizioso yang bikin sejarah di Misano membawa Ducati juara setelah 2007 lewat Stoner.

Hebatnya karakter Ducati ini spesial. Dengan ban yang lebih lembut dari lawan, degradasinya bisa sampai finish dalam keadaan bertempur. Makanya, akselerasinya jalan yang dipuji-puji Valentino Rossi. Menikung pun lebih grip dengan ban lebih lembut. Ok deh intip lagi aksi mereka di Aragon minggu depan. Miolo

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2018, Moto2, Moto3 2018

Test Privat MotoGP Misano 2018: Diikuti Honda RC213V 2019 Marc Marquez

Moto2 Misano 2018 Fenati Akhirnya Dipecat Tim, Gagal Juga Tahun Depan Dengan Aspar

 

 

BAGIKAN