nhk

Jelang MotoGP Argentina 2018: Jarvis Sebut, Tak Pernah Yamaha Anggap Zarco Pengganti Rossi

ManiakMotor – Terkuak sudah rumor kelas berat di arena MotoGP. Johann Zarco tak  pernah dipersiapkan oleh Yamaha ke pabrikan, “Apalagi megganti kedudukan Rossi. Memang dia (Zarco) cepat, tapi Yamaha tidak menganggap sebagai pengganti Valentino,” tegas Lin Jarvis, direktur Movistar Yamaha MotoGP.

Jarvis malah mengurai, kontrak Rossi untuk 2019-2020 pasti akan mudah disetujui oleh jajaran garputala. Katanya itu keputusan gampang yang nggak perlu mikir panjang. Mereka akan mengangguk, iya silakan!

Maksudnya, tergantung dari The Doctor sendiri. “Jika Valentino maunya setahun, ayo. Dua tahun, malah bagus. Karena dia (Rossi) yakin masih kompetitif. Yamaha mengingkan pembalap yang kuat,” tambah Jarvis meluruskan simpang siur. “Kalau perlu kontraknya 5 tahun,” canda Jarvis.

Berita yang beredar Zarco dipanggil ke Tech 3 dan kinerjanya bagus tahun lalu, dianggap kaderisasi-nya Rossi. Bahkan rumor kencang, Rossi terakhir kali di MotoGP tahun ini dan tahun depan Zarco langsung menggantikannya. Kenyataannya, Rossi malah memperpanjang kontrak, durasi dua tahun pula. Ya sudah, gaduh…

Di usia 39 tahun Rossi masih bertarung, apakah bisa konsisten di papan atas? “Semua ada risiko, hidup adalah risiko. Harus ambil keputusan dan tahu segala sesuatu dapat berubah cepat sesuai kondisi. Yamaha senang Valentino tetap bersama kami selama dua tahun lagi. Pada tahun 2020, itu berarti 15 tahun bersama dia di MotoGP.”

Menurut Jarvis sih, Rossi adalah ikon. Dia bisa menjaga MotoGP ke level seperti sekarang, bisa mengalahkan balapan canggih lain, seperti F1. Katanya juga, Rossi masih memberikan semangat juang saat Yamaha di masa sulit. Di sisi lain, keterampilannya mumpuni. Di test pramusim masih di barisan depan dan hasil Qatar juga podium. Motivasinya masih sangat tinggi.

Karenanya, Yamaha di Jepang tidak pernah berpikir untuk menggantikan ‘si om’ misalnya dengan Zarco. “Zarco memang berbakat, tapi Valentino pembalap terbesar dalam sejarah tim Yamaha. Dia sulit diganti. Valentino masih ingin di MotoGP, karena dia tahu masih mampu. Kami tidak ragu untuk itu,” pungkas Jarvis meluruskan berita.

Mantap kalau begitu. MM

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2018, Moto2, Moto3 2018

Pasca MotoGP 2018 Qatar: Valentino Rossi Beri Bukti Sakti, Bukan Janji!

Race MotoGP Qatar 2018: Sewajarnya Milik Dovizioso, Marquez Ke-2, Rossi Ke-3