nhk

Jelang MotoGP Argentina 2019: Brivio, Suzuki Punya Alasan Jelas Dan Tegas Ikut Protes Ducati

Perangkat yang diprotes

ManiakMotor – Suzuki Ecstar MotoGP hanya ingin klarifikasi tentang aturan aerodinamika. Setahu mereka tetang yang bisa dilakukan dan yang dilarang pada ‘manajemen angin’  tersebut sesuai kesepakatan bersama. Yang tidak ada pada Suzuki, artinya nggak bisa dong di merek yang lain.

Itu yang bicara Davide Brivio, manajer tim Suzuki MotoGP yang alasannya ikut memprotes aerodinamika pada lengan ayun Ducati, “Tahun lalu seluruh produsen peserta MotoGP membahas aerodinamika. Sepakat memperkenalkan beberapa aturan. Itu demi menekan biaya tak terkendali untuk pengembangan di bidang ini,” kata Brivio yang pernah jadi menajer Valentino Rossi tersebut.

Menurut Brivio muncul aturan baru, setiap produsen harus memiliki ‘Aero Body’ yang dihomologasi, sebelum seri MotoGP. “Hanya satu pembaruan yang diizinkan selama musim ini. Diputuskan sisa motor tidak boleh memiliki tambahan aerodinamis lain, dengan referensi khusus untuk bagian yang menghasilkan downforce,” tambah Brivio. Sementara corong angin pada lengan ayun dan roda depan Ducati, keluar dari kesepakatan yang disebut ‘tidak boleh memiliki tambahan aerdodinamis lain’, selain yang disepakati.

Sebelum balapan ronde perdana di Qatar, Ducati telah menghadap Direktur Teknis MotoGP, mereka punya tambahan pada swingarm dan penutup roda depan, “Mereka menjelaskan bahwa untuk swingarm (lengan ayun) berfungsi mendinginkan ban belakang. Dan Direktur Teknis menerimanya dan mensahkan komponen baru – sebagai sistem pendingin untuk ban – dan mengeluarkan pedoman baru,” tutur Brivio.

Direktur Teknis MotoGP, Danny Aldridge, kemudian memberikan klarifikasi teknis kepada pabrikan. Lampiran baru dari Ducati disetujui, tetapi empat dari lima produsen menolak, karena jawabannya tidak memuaskan. “Para teknisi empat pabrikan yang mengajukan protes percaya bahwa perangkat tersebut punya efek aerodinamis, bisa menciptakan downforce. Dengan demikian bertentangan dengan prinsip-prinsip peraturan,” kata Brivio.

Ooo… boleh diurai omongan Brivio ini. Ternyata yang dilaporkan bukan soal  mendinginkan ban. Tapi anggapan para teknisi yang memprotes fungsinya bukan hanya itu. Tapi menjadi bagian dari aerodinamika bagian belakang. Itu perangkat ikut menekan buritan yang menghasilkan downforce dan akibatnya grip roda belakang bertambah. Selain adem, pegangannya kuat dari dugaan yang memprotes.

Brivio mengaku telah berbicara secara pribadi dengan Ducati soal ketidakpuasan mereknya pada aerodinamika tersebut. Tapi katanya, mereka memutuskan untuk terus menggunakannya. Kisah selanjutnya, Ducati memakainya di GP Qatar lewat GP19  Andrea Dovizioso, Danilo Petrucci dan Jack Miller.

“Kami memprotes agar situasi ini beres selamanya. Diharapkan posisi jelas dari FIM, Direktorat Teknis dan semua otoritas terkait. Dengan protes ini, memaksa mereka untuk mengevaluasi, menilai, dan mengklarifikasi prinsip-prinsip peraturan. Seperti yang saya katakan sebelumnya, tujuan utamanya klarifikasi yang diizinkan dan yang dilarang,” tegas Brivio.

Sekarang bola ada di “Pengadilan Banding MotoGP FIM” di markas FIM di Jenewa. Keputusannya akan diumumkan sebelum GP Argentina pada 31 Maret. MM

BAGIKAN