nhk

Jelang MotoGP Assen 2017: Pembalap Aprilia Bakal Start Dari Pit Lane, KTM Sudah Duluan

KTM, Star pit, MotoGP

ManiakMotor – Itulah nasib yang dialami para pembalap tim pabrikan dari Italia dan Austria. Sebagai pendatang baru, Aprilia dan KTM mungkin tidak sampai akhir musim 2017 masuk dalam hitungan kejuaraan dunia konstruktor. Jadi, tetap ikut balapan, tapi tidak mendapat point.

Pasalnya, keduanya terkena regulasi batas pemakaian mesin. Khusus Aprilia dan KTM sebagai tim konsesi dan pendatang baru dijatahkan sembilan mesin untuk satu musim. Beda sama Honda, Yamaha, Ducati, dan Suzuki hanya tujuh.

Aleix sudah habiskan empat mesin

Nah, Aleix Espargaro sebagai pembalap Aprilia ketika di MotoGP Catalunya bilang. Dirinya sudah menghabiskan empat mesin di tiga seri, berarti sisa lima mesin. Ketika stok mesin yang sudah dihomologasi habis, ia boleh pakai mesin baru tambahan. Namun harus start dari pit lane, hanya belum bisa diprediksi dari seri mana dimulainya.

Kecuali pembalap Bradley Smith dan Pol Espargaro. Kedua pembalap KTM ini tidak lagi bisa bersaing dengan sembilan mesin. Pasalnya, ketika di MotoGP Jerez, tim telah beralih dari mesin Screamer ke Big Bang. Ini jelas menyalahi aturan.

“Kami aakan start dari jalur pit lane. Bagaimana pun, 2017 ini sebagai tahun pelajaran bagi kami,” jelas Mike Leitner dari tim KTM.

Kondisi seperti ini pernah dialami Rossi semasa dengan Ducati. Sampai putaran keempat di Aragon, The Doctor sudah melahap enam mesin. Pengetatan pemakaian mesin ini dimulai pada 2010 sebagai langkah untuk menekan biaya tim setelah terjadi krisis ekonomi global. Ketika itu Yamaha dan Honda hanya dijatah lima mesin satu musim.

Baru, pada 2016 ditambah jadi tujuh. Pasalnya, Suzuki dan Ducati khawatir dengan kinerja elektronik baru dari Magneti-Marelli. Mesin M1 jebol karena ECU terjadi di Mugello tahun lalu saat sesi pemanasan (Lorenzo) dan saat balapan (Rossi). Rezki

BAGIKAN