nhk

Jelang MotoGP Assen 2018: Marquez Menentang Hukum Fisika Soal Jatuh

ManiakMotor – Ilmu fisika Galileo, jatuh itu dimulai dari keadaan konstan (hambatan) teratur, tiba-tiba berubah tanpa hambatan nggak beraturan, ya jatuh. Di balap motor sama saja. Tadinya konstan miring (menikung) lewat inersia luncuran dengan pegagangan ban dan aspal tertata, tiba-tiba hilang grip dari roda depan atau belakang.

Hukum ini yang dilawan Marc Marquez setiap saat. Dia menggiring motornya untuk melawan hukum fisika, “Hukum fisika ini dia sangat mengerti menentangnya dengan latihan keras di motocross. Saya sempat menyaksikan Marquez latihan. Karena itu, Marquez selalu jatuh dengan kurva teratur. Hanya kehilangan grip depan. Nggak semua orang bisa melakukannya,” sebut Bradley Smith, pembalap KTM yang mewakili rekannya pada kekaguman taktik Marquez pada Speedweek.

Yang sadis, caelah. Benaran, saat pertunjukan spektakuler di FP4 Catalunya yang disebut Marquez Show. Saat itu, Marquez seharusnya jatuh sesuai hukum fisika tadi. Dari yang teratur tiba-tiba tak beraturan karena kehilangan grip depan. Akan tetapi, dia melawan hukum tersebut berawal dengan mengganjal pakai dengkulnya, agar laju motor tetap teratur. Lantas sejurus kemudian sikunya yang jadi roda ketiga untuk melawan fisika jatuh. Setelah itu dengkul yang lebih banyak menahan.

Kontan saat itu penonton mengagumi aksinya. Para petinggi tim, mekanik dan pembalap  di depan televisi ketika FP4 di paddock-paddock ikut mengulasnya. Coba tengok video ini. “Saya tahu yang dilakukan di sesi latihan bebas dan race. Kalau seperti di FP4 itu, jujur  memang ada latihannya. Karena itu, Alpinestar khusus memperkuat sliding pad di dengkul dan siku saya,” papar Marquez sembari memperlihatkan baju balapnya pada bagian dengkul terkelupas akibat aksi FP4 tersebut.

Tapi menurut Smith dengan cara Marquez ini, lantaran RC213V sudah dibangun Marquez  bertahun-tahun, khusus jatuh dengan low side. Maksudnya hanya jatuh dengan kehilangan grip roda depan. Hasil jatuhnya pembalap hanya meluncur seperti bermain di aspal. Sangat jarang Marquez jatuh dengan high side yang diakibatkan roda belakang hilang grip membuat jokinya dilempar ke atas.

Akibat low side pun, Marquez sudah dapat cara menaklukan hukum fisika tadi. “Dan itu dilakukan Marquez saat sesi latihan. Tujuannya, semua sisi penyetelan motor yang pas akan dia dapat. Saat lomba dia sudah tahu ukuran yang paling aman,” tambah Smith yang percaya saat ini belum ada yang bisa meniru Marquez melawan hukum fisika jatuh.

Jatuh buat Marquez di sesi-sesi latihan sebagai sinyal soal set-up motornya yang harus ditingkatkan. Kalau set-up nggak ketemu-ketemu, dia bisa cari aman di lomba ketimbang jatuh. Memaksa pun dia sudah tahu ukurannya, kalau terpaksa pun akan pakai hukum fisika yang dibicarakan ini. Miolo

BACA JUGA

Jelang MotoGP Assen 2018: Apa Maksud Rossi ‘Akrab’ Dengan Lorenzo

Jelang MotoGP Assen 2018: Up Date Jarvis Soal Pedrosa Dan Tim Satelit Yamaha

BAGIKAN