nhk

Jelang MotoGP Assen 2018: Tahun Lalu Terakhir Rossi Menang Di Sirkuit Goyang Terus

ManiakMotor –  Sirkuit Assen di Belanda, tadinya sirkuit sempit, tapi berkarakter cepat. Sirkuit yang cepat memaksa motor bermanuver tak habis-habis di kecepatan tinggi. Setelah direnovasi 2012 lebih lebar, karakternya tetap tak hilang. Gampang melacak data sirkuit cepat, yakni speed rata-ratanya. Di Assen di atas 175 km/jam atau setara Mugello. Padahal trek lurusnya hanya 487 meter. Berarti setiap tikungannya laju bro.

Sebut Assen, pembalap MotoGP akan sebut sirkuit ini banyak perubahan arah selagi on throttle. Assen berkelok-kelok, berliku-liku dan bergoyang-goyang tak pernah putus. Sirkuitnya lebih pendek dari Catalunya dan Mugello, tapi ada 18 tikungan di sana, silakan lihat data sirkuit terpampang di tulisan ini. “Saya sangat suka dengan layout sirkuit ini,” kata Valentino Rossi yang juara tahun lalu di situ dan itu juaranya terakhir dalam setahun ini.

Sirkuit Assen

Sebelum direhab Rossi memang sudah empat kali menang di sana. Ditambah dengan masa kini atau pasca renovasi, Rossi sudah tiga kali menang. Yakni pada 2013 di saat dia menggunakan M1 yang belum sepenuhnya kepegang. Maksudnya usai dia balik dari Ducati. Lalu 2015 dan tahun lalu. Tapi tahun ini entah jurus apa yang digunakan Rossi dalam situasi M1 yang menurut dia bermasalah pada elektronik akselerasi.

Pendeknya, Assen punya tingkat kesulitan yang banyak pada perubahan arah yang otomatis penentuan distribusi bobot motor saat melaju kencang. Jenis tikungannya saling balas (chicane). Di beberapa bagian seperti disebut di atas tadi,  ‘mendadak’ belok arah. Pokoknya seperti menonton tarian yang alat peraganya motor. Hebatnya, tarian itu bisa dilihat dari semua arah karena tata letak penonton yang asyik di Assen.

Assen bagian dari sirkuit  legend di dunia. Sebelumnya peserta datang lebih dulu ke negara yang 350 tahun menginjak-injak martabat orang Indonesia itu. Tapi ingat, tahun ini race-day di Assen bukan lagi Sabtu, tapi Minggu. Berarti orang Belanda sudah melonggarkan soal ibadah ke gereja yang persis di depan sirkuit tersebut. Maka pilihan sebelumnya Sabtu sudah diganti hari Minggu, karena tidak mungkin Senin, ntar dikira diajak upacara bendera…

Sirkuit ini selalu dipakai dan belum pernah absen sebagai tuan rumah  balap motor dunia ini sejak 1949. Meski sejarahnya, sirkuit ini dibuat khusus untuk seri Dutch TT in 1954 yang sebelumnya  dilakukan di jalan raya umum yang bukan balap liar, tapi menutup jalan sehari-hari. Ya, kira-kira di sini pasar senggol. MM

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2018, Moto2, Moto3 2018

Moto2 2019: Mesin Triumph Sudah Dicoba, Akselerasinya Ngejambak… Ya Nonjok…

Jelang MotoGP Assen 2018: Lorenzo Kurang Yakin Di Belanda, Nggak Nyesal Tinggalkan Ducati

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353