nhk

Jelang MotoGP Assen 2018: Tiga Legend GP Mengaku Tak Sanggup Seperti Valentino Rossi

ManiakMotor – Lebih dari 20 tahun di grand prix, Velentino Rossi tetap segar menjalankan dari ronde ke ronde. Rossi telah menemukan cara untuk terus memotivasi dirinya. Dia bukan muda lagi. Biasanya pembalap setelah melakukan satu musim, pasti ingin bersantai menikmati waktu luang. Tapi Rossi tidak, dia gila kerja!

Itu yang bicara Kevin Schwantz yang diulas tuttomotoriweb, didukung  Wayne Rainey dan Kenny Roberts. Ketiganya legend Grand Prix yang saat ini disebut MotoGP, “Ini sinting. Dia (Rossi) perpanjang lagi kontrak dua tahun ke depan,” papar Schwantz yang yang juara dengan Suzuki di GP500 pada 1993. Maksudnya, kontrak 2019-2020 bikin Rossi masih membalap umurnya 40 ke atas saat itu. Tapi Schwantz mengakui, regulasi safety dari sirkuit, motor dan perlengkapannya, bisa memperpanjang karir pembalap masa kini yang berbeda di era mereka.

Di dukung si legenda Roberts juga dari Amrik. Roberts yang juara GP500 pada 1978-1979-1980 dengan Yamaha itu, jujur mengaku tak sanggup bila seumur Rossi masih membalap. Jangankan berprestasi seperti Rossi, balap biasa-biasa masuk 10 besar saja, dia ogah. Refleksinya diakui nggak bakal bisa mengimbangi motor MotoGP yang makin galak.

“Menjadi penonton, saya pikir bisa melakukannya dengan mudah saat duduk di sofa. Ternyata saya bukan Valentino di umur hampir 40 masih papan tas di GP. Dia luar biasa.  Sulit menyamai seperti umurnya masih direken pada olahraga ini. Pembalap lain dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan. Namun hanya ada satu Valentino Rossi. Saya nggak tahu mengapa itu masih terjadi di umurnya sekarang. Itu mungkin titisan darah. Saya tak sanggup seperti dirinya,” kata Roberts.

Rainey sama saja. Pembalap Amerika yang sebelum Rossi muncul di Yamaha, dialah yang terkahir juara dengan garpu tala, yakni 1990 dan 1992. Rainey adalah pembalap yang sudah duduk di kursi roda. Tulang belakangnya hancur lantaran jatuh dengan high side. Dari kasus dia ini muncul punuk di baju balap. Itu fungsinya melindungi tulang belakang. “MotoGP seperti istri Valentino.  Keduanya sudah sehati. Maka setiap yang dia lakukan selalu fantastis. Sering kali, Valentino memiliki senyum di wajahnya,” kata Rainey.

Senyuman di dekat motor dan di sirkuit, seperti senyuman suami pada istri tercinta. Tinggal ditunggu senyumnya makin sumringan di ronde 8 MotoGP 2018 di sirkuit Assen, Belanda pada 29 Juni – 1 Juli 2018. Di sini – tahun lalu- terakhir kali Rossi juara seri. Miolo

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2018, Moto2, Moto3 2018

MotoGP Assen 2018: Pedrosa Akan Umumkan Kesepakatan Dengan Yamaha Petronas

Jelang MotoGP Assen 2018: Rossi Acuh Juara Seri, Strategi Kalahkan Marquez Di Klasemen

Jelang MotoGP Assen 2018: Reaksi Marquez Di Atas Jok RC213V Seperti ‘Kucing’