nhk

Jelang MotoGP Assen 2019: Lorenzo Rumit, Akui RC213V Memang Dirancang Buat Marquez

ManiakMotor – Jika nggak jatuh di Catalunya, Spanyol tentu percaya diri Jorge Lorenzo melejit. Sebab, ada kemajuan terhadap kecepatan RC213V-nya setelah ergonomiknya diubah usai Lorenzo dari HRC Jepang. Ditandai langsung masuk ke-Q2 di Catalunya. Saat lomba pun segera di barisan depan, walau hanya bertahan 2 lap dan jadi penyebab biang kerok lomba Catalunya.

Karena itu, Lorenzo seperti setuju karirnya saat ini sedang rumit-rumitnya. Terutama jelang MotoGP di Assen, Belanda pada 28 – 30 Juni 2019 yang berhadapan dengan beradaptasi terhadap motornya. Dia tahu menjadi penyebab beberapa joki papan atas ikut tumbang bersamanya.

Termasuk gagasan ergonomik dari HRC yang katanya bila disamakan dengan RC213V Marc Marquez hasilnya akan sangat berbeda, “Bagi saya, saat ini adalah situasi yang sangat rumit. Tetapi, semoga itu membuat lebih kenal diri sendiri. Jika nggak sabaran, biasanya jadi berpikir negatif, terutama tuntutan perubahan pada motor,” sebut Lorenzo yang masih bercerita ide-ide yang dibawanya dari Jepang, tapi malah membuatnya bikin ‘blunder’ di Catalunya.

Makanya Lorenzo akan berusaha mengubah caranya berpikir menjadi positif. Dia tahu, Honda memilihnya karena spesifikasi seorang juara dunia lima kali, namun mengalami masalah pada adaptasi dengan motor. Dia sangat tahu, Honda sebagai pabrik elite dengan motor pemanang, nggak mau melihat pembalapnya selalu finish di luar 10 besar.

Lorenzo akhinnya punya kesimpulan dan dia sepenuhnya memahami situasi. Bahwa, RC213V sangat kencang di tangan Marquez, karena sejak awal motor tersebut dirancang untuk Marquez sendiri. Dia sudah enam tahun bersama HRC.

“Marc berpostur lebih kecil. Kakinya lebih pendek, jadi dia memiliki motor yang lebih ringkas. Nggak mungkin dengan waktu singkat disamakan dengan saya. Solusinya saya harus membawa RC213V lebih agresif. Honda akan menjadi motor sempurna bila berhasil dibuat sesuai ukuran postur pembalapnya. Contonya, Marc,” pungkas Lorenzo yang artinya mengakui bahwa RC213V Marquez memang cocoknya buat Marquez, bukan dirinya.

Kalau dirinya ya harus dibangun ulang seperti usahanya ke Jepang. Namum, berantakan di Catalunya saat dia jatuh mengajak pembalap lain yang membuat percaya dirinya kembali terganggu. MM

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2019, Moto2 dan Moto3

Jelang MotoGP Assen 2019: Gawat Petrucci Dan Dovizioso Beda 5 Point

Jelang MotoGP Belanda 2019: Rossi Wajib Juara Assen

Jelang MotoGP Assen 2019: Quartararo Ingin Suksesnya Di Catalunya Berlanjut

Jelang MotoGP Assen 2019: GSX-RR Alex Rins Pakai Sasis Baru Hasil Modifikasi

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353