nhk

Jelang MotoGP Assen Belanda: Yamaha Salah Bikin M1 2017? Hanya Doyan Aspal Banyak Grip

m1 rossi 2017

ManiakMotor – Bila hanya M1 Valentino Rossi bermasalah di Jerez dan Catalunya, mungkin yang tuding pembalapnya. Bisa saja Rossi dibilang sudah berumur. Ini dua-dua pembalapnya minta-minta ampun pada dua sirkuit tersebut. Berarti M1 2017 ini sangat bermasalah. Seorang Maverick Vinales harus berjuang di urutan bawah saat lomba Catalunya, jauh dari predikatnya sebagai pemimpin klasemen yang saat ini teracam oleh Andrea Dovizioso.

Dilihat saat tes di Catalunya, Yamaha membawa banyak sasis. Boleh disebut persoalannya dari rangka. Cerita rangka banyak rangkaiannya. Konstkrusi dudukan mesin, dudukan lengan ayun, dudukan monosok yang menentukan derajatnya sampai pada komstir jadi sumbu geometri rangka andalan Yamaha. Semua itu berhubungan dengan grip ban.

Frame ini terlalu kaku. Hanya sangat enak saat ketemu karakter sirkuit yang kaya akan grip. Karena itu dua pembalapnya tak banyak menuding ban penyebab kegagalan mereka pada dua seirkuit tersebut. “Semua kombinasi ban sudah kami gunakan saat lomba di Catalunya, tapi semua itu nihil. Saat tes, ada dua rangka yang bisa jadi pilihan yang lebih baik. Dan untungnya saat tes, kondisi Catalunya sama dengan lomba,” sebut Massimo Meregalli, direktur tim Movistar Yamaha.

Rossi sendiri telah mengingatkan Yamaha akan keadaan M1 ketika test usai Jerez lalu. Saat itu, mereka belum ada solusi. Solusinya baru tes kemarin di Catalunya itu. Lalu, kembali diingatkan jelang lomba di Catalunya. Bahwa Catalunya kurang grip. “Keadaannya pasti akan sama dengan Jerez,” sebut Rossi yang kebetulan 2016 juara Jerez dan Catalunya, tapi berbanding terbalik dengan tahun ini.

Saat lomba dua masalah sekaligus dialami Vinales dan Rossi. Di depan understeering akibat grip ban nnggak kuat menahan dorongan motor. Ban belakang juga kudu hati-hati diberi tenaga agar nggak spin-spin. Itu tadi, rangka yang ndak mau membantu grip ban. Nggak peduli  suspensi sudah disetel berbagai macam cara  oleh ahlinya dari Ohlins tetap saja ogah menolong grip pada karakter sirkuit macam Jerez dan Catalunya. Ditambah pula bila panas, kompon Michelin malah menjadi licin akibat sasis yang terlalu kaku.

Tipe sasis seperti itu memang mantap bila gripnya besar. Perhatikan saja, seperti Qatar, Argentina, dan Lemans yang dua Yamaha selalu di depan. Bukan hanya di depan, itu M1 sangat presisi belok-beloknya sembari meneruskkan traksi ke lintasan. Tapi di Jerez dan Catalunya silakan lihat sendiri. Dengan banyaknya sasis dites di Catalunya kemarin, semakin menunjukan problemnya di situ. Bukannya salah bikin, tapi tidak memperhatikan sirkuit berkarakter kurang grip. Miolo

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2017, Moto2, Moto3 2017

BAGIKAN