nhk

Jelang MotoGP Australia 2018: Rossi Tuntut Insinyur Yamaha Ilmu Level Tinggi

ManiakMotor –  Ada omongan Valentino Rossi usai balapan di Jepang yang menarik. Katanya, Yamaha masih tetap salah arah. Insinyurnya harus mengerti di mana mereka jadi pekerja. “Ini MotoGP, levelnya sangat tinggi,” papar Rossi usai finish ke-4 di Motegi, itu pun lantaran jatuhnya dua Andrea yang pakai Ducati dan Suzuki.

Maksudnya level tinggi itu, ilmu para insinyur Yamaha jangan pas-pasan dong. Untuk mengatasi situasi sekarang, kudu punya otak encer dalam elmu motor bakar ala MotoGP. Kudu berpikir terobosan teknologi terkini, agar M1 laju. Kalau di catur, harus punya jurus lima langkah ke depan untuk menekuk lawan.

Itu yang dikritik Rossi di race GP Jepang yang ternyata belum ada perkembangan apa-apa usai dari Thailand. Sebelumnya Rossi ogah sesumbar saat membaik di Thailand. Menurutnya, kalau memang benaran berkembang, M1 harus bagus pada semua model sirkuit. Dan ujian sesungguhnya di Jepang lalu, dan sampeyan sudah lihat sendiri hasilnya dan yang dituntut Rossi.

Boleh dibalik. Level yang para M1 masih di bawah Honda dan Ducati. Dua merek ini yang selalu dipuji Rossi terhadap elektroniknya yang sangat jitu mengelola akselerasi. Sudah akselerasi kuat, tapi nggak boros ban yang katanya didapat dari para ahli elektronik.

Ok deh, sebagai pembalap prof, Rossi akan lanjut ke Philip Island, Australia yang lombanya 28 Oktober 2018. Di sana dia hanya fokus untuk meningkatkan M1, walau masih berpikir klasemen. Posisi 2 terbuka lagi peluangnya akibat Dovizioso jatuh di Jepang, bedanya 9 angka, “Semoga lebih baik di Philip Islan. Kalau tidak, ya seperti sekarang ini,” tutup Rossi antara pasrah dan berharap. MM

BAGIKAN