nhk

Jelang MotoGP Brno 2018: Jika Tanpa Elektronik, Rossi Yang Juara Mulu

ManiakMotor – Di MotoGP elektronik itu adalah kepintaran buatan. Lebih ‘jenius’  dari mekanik dan pembalap, walau temuannya lahir juga dari mereka yang diteruskan para ahli elekronik.Salah satunya, pembalap tak perlu repot atur putaran mesin ketika masuk dan keluar tikungan. Keliru atau kebesaran gas pun, ada kontrol traksi untuk mengatur tekanan roda dari aspal.

Itu yang bicara Casey Stoner. Katanya, andai elektronik belum secanggih sekarang dan membawa motor murni dari skill pembalap, dia yakin Valentino Rossi yang akan tetap juara, “Valentino punya kelebihan ketepatan traksi dari pergelangan tangannya. Mirip-mirip sayalah,” papar Stoner yang dikutip dari Speedweek yang sebenarnya Stoner bercerita kans Rossi sekarang.

Selama ini Rossi gencar menuntut elektronik, lantaran dia sudah mengeluarkan semua jurusnya untuk itu. Maksudnya, kepintaran buatan tersebut, dia pikir lebih pintar dari dia, hehe. Ya, lebih banyak Rossi yang bekerja manual ketimbang elektroniknya. Kalau mengandalkan manual terus, ya kalah presisi dalam lomba yang banyak lap.

Karena tidak diceritakan Stoner, marilah dianalisa kenapa Rossi bisa unggul kalau murni skill. Di era MotoGP belum secanggih sekarang elektroniknya, Rossi ini dikenal punya pengaturan putaran mesin paling tepat. Ketika dia masih umur 20-an lah. Halus sih, nggak sehalus Jorge Lorenzo. Tapi dia mampu mengurut kecepatan motor dengan irama lebih cepat dari lawan.

Contoh nih, masuk tikungan dia lebih dulu menutup gas tapi nggak sepenuhnya tertutup. Begitu juga pengereman nggak sepenuhnya direm tapi forsinya berurut. Demikian juga on-throttle, awalan membuka gas dia lebih dulu, walau tidak besar, dia nggak lama-lama membiarkan mesin kosong gasnya. Miolo

BACA JUGA

Hafizh Syahrin Rookie Terbaik Paruh Musim MotoGP 2018, Berjuang Untuk Malaysia

Paruh Musim MotoGP 2018: Jawaban HRC Ban Soft Marquez Awet Bukan Elektronik, Dibanding Medium Rossi

MotoGP: Cristiano Ronaldo Datang Ke Juventus (Italia), Valentino Rossi Kehujanan Duit