nhk

Jelang MotoGP Brno 2019; Spec M1 Minus 500 Rpm Cocok Buat Quartararo, 2020 M1 Pabrik

ManiakMotor – MotoGP 2019 seperti pernjelasan penggunaan mesin di sini, Fabio Quartararo hanya punya jatah 5 mesin. Aturannya pemain reguler seperti dia dapat 7 mesin per musim. Namun dengan keterbatasan produksi mesin atau memang dananya tekor, Quartararo hanya dapat 5 mesin pada 2019 ini.

Konsekuensinya, mesin M1 milik Quartararo ditekan kinernya, terutama lewat putaran rpm. Dia lebih rendah antara 500 – 1000 rpm dari empat M1 di lintasan, “Karena Fabio (Quartararo) mesin dan sasis keluaran 2019. Agar awet dan sampai di ujung seri, putaran mesinnya harus dibatasi,” kata Razlan Razali, bos Petronas Yamaha SRT (PYS), tim tempat Quartararo berkarya.

Kenapa bisa begitu? Karena Quartararo ini direkrut PYS dalam serba dadakan. Tak ada target sama sekali pada pembalap 20 tahun dari Prancis ini. Bahkan saat ketahuan PYS mendaulatnya, menurut Razali, timnya banyak dikritik. Banyak yang meragukan. Namun Quartararo membayarnya dengan kontan lewat fastest lap dan beberapa pole dengan pecahkan rekor tercepat sirkuit. Juga tentu dengan dua podium.

“Yang dilakukan Fabio paruh musim MotoGP 2019 sesuatu di luar imajinasi semua orang, terutama tim. Makanya tim tidak akan gegebah mengubah yang sedang dinikmati Fabio saat ini. Ternasuk pada mesin M1-nya limiter rpm-nya lebih rendah. Beda dengan tahun depan, dia layak dapat M1 pebrikan,” janji satu-satunya bos berkulit sawo matang sama dengan kulit kamu yang mengerti bacaan ini.

Karena itu, Razali yang tentu berbeda dengan bang Jali itu, terheran-heran, “Mengapa pembalap lain M1 yang lebih tinggi spec-nya sulit melakukan seperti dibuat Fabio?? Ya mungkin dengan spesifikasi yang lebih rendah itu, motor jadi pas buat Fabio. Makanya biarkan dia belajar dari situ. Tahun depan dia akan dapat full spec M1 pabrik,” kata Razali sembari bilang akan berusaha Fabio tetap nyaman dengan semua kru tim PYS.

Dengan pernyataan itu, artinya PYS makin merogoh saku dalam-dalam untuk pengadaan  mesin M1. Gampang saja, tinggal lapor ke perusahaan minyak negara tetangga tersebut. Ringgit akan cair. Ketimbang lu lapor ke BUMN Indonesia, haha. Miolo


Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353