nhk

Jelang MotoGP Catalunya 2019: ECU Yang Kompleks, Nggak Ada Wild Card Di Moto2, Bahaya..!

ManiakMotor – Tahun ini terutama sejak Moto2 menggunakan mesin Triumph 750 cc 3 silinder, belum pernah ada wildcard di Moto2. Padahal bila balapan masuk ke Spanyol, sangat banyak pembalap sprodis tersebut ingin mendaftar.

Alasannya? “Masalah keamanan. ECU (Electronic Control Unit) Magneti Marelli pada mesin Triumph sangat kompleks dibanding pada mesin Honda sebelumnya. Di mesin Honda, ECU tinggal pakai. Sekarang banyak pilihannya, tidak bisa buru-buru ketika datang tim dan pembalap wildcard hanya ikut setahun sekali. Perlu spesialis elektronik. Jika tidak, berbahaya buat pembalapnya sendiri dan pembalap lain di trek,” kata Trevor Morris, direktur teknis ExternalPro yang memproduksi mesin Moto2 bersama Triumph.

ExternPro dan Triumph telah mencetak 150 mesin Moto2 yang siap pakai. Mereka didistribusikan dalam empat kelompok yang masing-masing 32 unit. Itu menghasilkan 128 salinan mesin. Sisanya adalah mesin pengganti jika terjatuh, cacat atau bermasalah. Itu mesin didistribusikan secara undian pada tim tetap. Mesin diganti setiap tiga seri.

Ke-150 unit mesin Moto2 yang ada di Triumph berada dalam sirkulasi yang terencana dengan baik. Mesin ini sudah dihitung untuk 12 seri Moto2 dan kemudian direvisi tiga kali. Rencananya mesin 765 cc tiga silinder ini akan ditarik dan digantikan mesin baru. Tapi belum dijelaskan mesin baru pengganti modelnya seperti apa?

Setiap mesin Triumph sekarang yang berjalan ditergetkan menempuh 1.500 km. Asumsinya setiap seri digunakan sekitar 450-500 km dihitung dari FP1 sampai race.

Beda lagi, kalau tim mau melakukan tes pribadi, mesin Triumph wajib dibeli dengan harga €7425 atau sekitar Rp 120 juta. Untuk ikut semusim harga mesin tersebut €20.000 atau sekitar Rp 330 juta. Ya itu mesin doang. MM

BAGIKAN