nhk

Jelang MotoGP Jepang 2019: Max Biaggi Salut Pada Marquez, Bukan Rossi..?

ManiakMotor – Massimiliano Biaggi atau Max Biaggi kembali menganalisa soal kecelakaan di MotoGP. Terutama dari kecelakaan keras Marc Marquez di FP1 MotoGP Thailand, namun kembali ke lintasan di FP2. Katanya, pembalap MotoGP yang mampu menikung di atas 200 km/jam dan melaju di atas 300 km/jam pasti tahu memiliki risiko.

“Tapi risiko bukanlah musuh buat pembalap, tapi merupakan sekutu. Tapi semua pembalap MotoGP yang melakukannya tidak berpikir tentang mati konyol. Seperti Marc di GP Thailand, saya salut,” papar Max Biaggi yang empat kali juara GP250 dan dua kali juara dunia  WorldSBK.

Menurut Biaggi, pembalap di MotoGP telah terdidik sejak mereka mumulai karirnya dari bocah. Katanya, agar tetap hidup, pembalap membutuhkan konsentrasi penuh, “Di GP Thailand, Marquez sempat dibawa ke rumah sakit dan keluar dari sana dengan memar di beberapa bagian. Tapi saat kembali ke lintasan sama sekali nggak ada trauma, dia tetap kencang dan rebut juara dunianya yang ke-8. Sekali lagi, saya salut,” tambah Biaggi yang selagi membalap di MotoGP jadi musuh bebuyutan Valentino Rossi, walau sama-sama orang Italia.  

Biaggi tahu dan percaya, saat geber motor – bahkan jika seorang juara dunia – pasti selalu yakin dengan penerapan yang dilakukan saat di atas motor. Bahkan bila, telah memenangkan banyak Kejuaraan Dunia dan menulis sejarah di dunia, dia adar akan risiko besar. Namun itu, komitmen penuh untuk tetap membalap dan mengulangi kinerja seorang juara macam dilakukan Marquez.

Semua itu karena pembalap motor sudah sangat profesional yang telah memilih hidupnya untuk profesi. “Pembalap untuk menjadi cepat dan sempurna dengan meningkatkan setiap gerakan sedetail kecil menjadi prioritas. Tapi mereka bukan orang gila. Pembalap punya skill yang terlatih sejak dini,” tutup Biaggi dengan senyum khasnya.

Maksud kata ‘gila’ di sini seperti dilihat orang awam yang naik motor kencang mereka sebut yang nekat dan sinting. Makanya banyak yang ikut-ikutan di jalanan alias balapan liar yang akhirnya mati konyol, hehe. MM

BACA JUGA

Jelang MotoGP Jepang 2019: Zarco Akan Menggantikan Nakagami Di LCR Honda

Jelang MotoGP Jepang 2019: Forcada Nilai Lorenzo Berkarakter Alami M1, Marquez Khusus RC213V

Jelang MotoGP Jepang 2019: Marquez Hormati Yang Dilakukan Rossi, Mustahil Kejar Rekor Agostini

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353