nhk

Jelang MotoGP Jerez 2017: Shuhei Nakamoto Pensiun Dari Honda, Kerjaan Baru Urus Balap

Nakamoto, HRC, Pensiun
Nakamoto dan para pimpinan baru di HRC. Tetsuhiro Kuwata (kedua dari kiri) penggantinya

ManiakMotor – Sejak motogp Austin, Amerika lalu, di paddock Repsol Honda tampak Shuhei Nakamoto tidak sesibuk di dua seri sebelumnya. Wakil Presiden Honda Racing (HR) berusia 60 tahun itu mengambil cuti panjang sebagai pegawai HRC dan di COTA lalu kehadirannya hanya sebagai tamu.

Akhir April ini, mantan Wakil Presiden HRC itu sudah pensiun. Namun, tidak berarti ia akan hilang dari panggung motogp. Nakamoto tetap ada sesuai dengan kerjaan barunya di DORNA mulai tahun depan. Bahkan ia sudah meyakinkan Brunn tahun lalu kalo dirinya terbuka untuk semua tawaran pekerjaan.

Selama di bawah kepemimpinan Nakamoto, Honda menyabet gelar juara dunia melalui Casey Stoner (sekali) dan Marc Marquez (3 kali), juga juara dunia di moto3 melalui pembalap Alex Marquez dan Kent. Tahun ini, Honda mendominasi di moto3 dengan NSF250RW.

Tak cuma prestasi, dalam manajemen tim sikap dan tindakannya sanbgat dikenal tegas dan tanpa kompromi. Contohnhya, ia menolak keras atas usulan manajemen untuk ikut pelatihan insinyur. Ia pula yang mematahkan kesepakatan Honda membangun pembalap pabrik melalui tim satelit yang biaya cukup mahal. Paling keras, soal penolakan ECU dari Magnetii Marelli pada 2016.

Soal mesin baru Honda juga keinginan Nakamoto. Pada 2016, mesin baru Honda dengan pros engkol yang berlawanan menuai hasil. Meski terseok di ser-seri awal, namun Marquez mampu meraih juara dunia. Termasuk tahun ini mesin Screamer diganti sama Big Bang.

Pensiunnya Nakamoto membuat Honda melakukan perombakan di tubuh HRS. Posisi Nakamoto diganti oleh Tetsuhiro Kuwata yang sebelumnya menjabat Direktur dan Manajer Umum divisi Manajemen Operasi Balap HRC. Urusannya soal kontrak-mengontrak pembalap dan sponsor. Rezki

BAGIKAN