nhk

Jelang MotoGP Jerez 2021: Rossi Putar Waktu, Dua Gelar Dunianya Sia-Sia, Satu Dicuri..!

Peristiwa 2015 juga disinggung

ManiakMotor – Masih bisa menunda waktu atau memundurkan jam, membuat Valentino Rossi di usia 42 tahun masih peserta MotoGP. Apalagi saat ini sosok yang telah ikut ke-26 musim ini, sangat keberatan mundur dari arena di posisi klasemen 19. Ogalah yau..!

‘Dottore’ menjelaskan pada Gazzetta dello Sport, “Pemikiran sangat sederhana. Makanya  aneh begitu banyak yang tidak memahami. Mungkin saya berpikir berbeda. Saya suka denan momen. Misalnya perasaan adrenalin saat menang, berdiri di podium, atau sekadar membalap  bagus. Itulah membuat saya tetap balap,” terang Rossi soal desakan disuruh pensiun, segera.

Sebagai pengingat, Rossi podium terakhir pada 26 Juli 2020. Lalu, kemenangan terakhir bahkan lebih jauh, yakni di Assen pada 25 Juni 2017.

Juga juara dunia sembilan kali itu, disebut melewatkan momen pensiun saat kariernya di puncak. Itu pun dibantah. Katanya tidak ada yang hilang, ia mengerjakan paling ia sukai, yakni balap.

“Soal pada puncak karier, Anda juga tidak pernah tahu apakah benar-benar sudah tamat. Ketika kembali ke Yamaha 2013, banyak yang mengabaikan. Juga, bila mereka tidak ‘mencuri’ gelar dari saya 2015, saya akan menangkan kejuaraan dunia lagi. Itu akan menjadi gelar kesepuluh dan karir atletik saya sebagai pemenang akan diperpanjang enam tahun,” terang Rossi kembali menyinggung pepet-pepetan dengan Marc Marquez

“Tentu, saat ini saya tidak ingin pensiun di klasemen  12 atau 16. Dan jika saya ingin berhenti di puncak, saya harus melakukannya beberapa tahun yang lalu. Tapi saya percaya, ingin terus mencoba,” tambah Vale.

Apa yang akan ditinggalkan pemenang GP MotoGP 115 kali jika dia pensiun? “Saya pembalap MotoGP modern pertama. Banyak hal yang menjadi pelajaran bagi banyak pembalap hari ini. Saya memulainya sangat muda, tetapi ketika berusia 20 tahun, sudah ikut kelas GP 500 cc dan semua mengikuti jalur ini,” terang Rossi dengan bangga.

Jika Rossi bisa membalikkan waktu dan mengubah hari yang katanya bermakna dalam hidupnya, yang mana? “Valencia 2006,” jawabnya. “Di sana saya membuang kejuaraan dunia yang bisa dimenangkan. Jika tidak, itu yang ke-10, bahkan setelah pencurian pada 2015,” kisah Rossi. M10LO

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2021, Moto2 Dan Moto3

Jelang MotoGP Jerez 2021: Rossi Mengaku M1-nya Ada Peningkatan..?

MotoGP: Analisa Lorenzo Portimao 2021, Quartararo Mr. Perfect, Panggung Bagnaia, Rossi…???

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/customer/www/maniakmotor.com/public_html/wp-content/themes/Newspaper/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353