nhk

Jelang MotoGP LeMans 2019: Suzuki Mulai Mimpi Juara Dunia Dari Rins..!

ManiakMotor – Wajarlah para petinggi Suzuki Ecstar mulai bermimpi untuk juara duni MotoGP 2019. Mereka bukan mengkhayal. Tapi ada point di papan klasemen. Pembalapnya hanya beda 1 point dari yang memimpin kejuaraan. Empat seri berlalu, si joki selalu isi pundi  menjaga posisinya di klasemen.

Yang mewakili bicara adalah Shinichi Sahara, manajer proyek Suzuki Ecstar. Menurutnya Alex Rins sebagai pembalap yang dimaksud memiliki kans, “Tapi kami harus terus mengembangkan GSX-RR. Sedikit lagi untuk menggapai tujuan tersebut,” papar Sahara yang dari jabatannya berarti orang yang berpengaruh pada kinerja GSX-RR.

Pantas dia sangat tahu progres GSX-RR dari tahun ke tahun. Katanya saat ini peran Rins memajukan GSX-RR sangat besar. Rins punya talenta lebih sebagai pembalap. Rins sangat tahu teknik sepeda motor. Maka Rins dan kru tekniknya selalu melkukan evaluasi dan umpan balik pengembangan. Sejauh disebut Sahara, mereka bekerja dengan sangat cermarlang.

Sahara tahu betul tahun lalu, GSX-RR pesat pada keseimbangan. Dan itu dari peran Rins, “Makanya GSX-RR 2019 menjadi pasangan yang serasi dengan gaya balap Alex. Ada sih perubahan dan peningkatan GSX-RR tahun ini, tapi tetap menjaga balance motor yang sudah jadi. Itu sangat berfungsi di tikungan, bikin pembalap sangat percaya diri. Area ini jangan dikorbankan untuk kemajuan yang lain,” tambah Sahara yang masih malu-malu bicara peluang Rins untuk juara dunia.

Tadinya target utama Suzuki hanya untuk juara di salah satu seri 2019 dan itu tecapai di Amrik. Tentu mimpi berikutnya juara dunia, dong. Lha wong motor dan pembalapnya bisa ngelawan kok. Dilihat dari kinerja GSX-RR malah sangat konstan saat balapan di tangan Rins.  Bahkan punya kelebihan pada awetnya ban di ujung-ujung lap yang sangat krusial. Dibuktikan di Jerez yang podium kedua saat lawan-lawan selain Marquez kedodoran kompon, GSX-RR Rins malah makin laju.

Sahara berterus terang, bahwa Suzuki bekerja dengan sangat rajin untuk mencapai motor seperti itu. Mereka punya sarananya. Buat Suzuki, sekarang ini perbaikan kecil dapat membuat perbedaan besar di MotoGP. Dan mereka masih memiliki ruang untuk dikorek. Tetapi mereka juga tahu, hal sama terjadi pada lawan. Akan bisa dilihat siapa yang paling berhasil?

Suzuki Racing Company (SRC) juga teliti, akurat dan hati-hati mengembangkan GSX-RR, “Filosofi Suzuki Racing Company lebih baik membuat kemajuan dengan tenang, tapi harus percaya diri. Jangan sampai membuat kesalahan besar yang kemudian menghentikan segalanya,” tambah Sahara yang mengaku jarang berkonsentrasi pada satu titik pengembangan pada motor. Ia lebih suka kinerja keseluruhan.

Terakhir menurut Sahara, saat ini mereka fokus untuk sukses dari seri ke seri yang tersisa. Yang paling dekat dengan MotoGP Prancis pada 19 Mei 2019 mendatang. Artinya kalau sukses terus setiap seri, berarti bisa juara dunia tuh. Suzuki juara di kelas para raja terakhir pada tahun 2000 yang masih era GP500 lewat Kenny Roberts Jr. M11

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2019, Moto2 dan Moto3

BAGIKAN