nhk

Jelang MotoGP Malaysia 2017: Morbidelli Calon Juara Moto2, Semua Ajaran Rossi

21 Morbidelli dan Rossi Sepang 2017

ManiakMotor – Franco Morbidelli sejak awal telah dilatih Valentino Rossi. Dari dialah sekolah VR46 Riders Academy milik Rossi didirikan. Dengar-dengar juga, dia murid kesayangan The Doctor lantaran dianggap murid yang taat, sopan, cerdas dan setia pula.

Wajarlah buat Morbidelli, Rossi adalah suhu yang bijaksana soal ilmu balap. Mungkin begitu! Saat sama joki EG 0.0 Marc VDS dari Italia itu, diundang ke jumpa pers wajib untuk menghadapi GP Malaysia pada Kamis 26 Oktober 2017. Dia ke situ  selain 5 joki MotoGP, karena calon juara Moto2 untuk tahun ini. Dia unggul 29 point dari Tom Lüthi (CarXpert Interwetten).

Saat ditanya apa saja yang didapatnya dari sekolah Rossi yang berlogi VR46 Riders Academy tersebut? Jawabannya sederhana, tapi panjang kalau dibeberkan. “Panjang kalau disebut di sini. Setahuku, saya belajar darinya,” seru Morbidelli yang disambut tawa yang ikut jumpa pers, termasuk gurunya sendiri yang duduk di sampingnya.

Maksudnya jurus-jurus membalapnya di Moto2 yang kinclong itu, diserap dari sang mentor. Bahkan gayanya nyaris mirip yang hanya beda orang dan generasi. Caranya bertahan dan menyerang, Rossi bangat deh.

Morbidelli bila bisa menobatkan dirinya juara dunia di Sepang, dia menjadi pembalap Italia yang juara Moto2 setelah Marco Simoncelli yang juga murid Rossi. “Soal juara ini memang menegangkan. Tapi tetap akan berusaha tampil tenang,” sebut Morbidelli yang cukup di depan Luthi untuk mengklaim juara Moto2 tahun ini.

Coba perhatikan skema untuk Morbidelli jadi juara dunia. Jika Morbidelli menang, dia akan menjadi juara dunia nggak peduli posisi Lüthi. Jika Morbidelli kedua atau ketiga, dia akan menjadi Juara jika Lüthi tidak memenangkan Moto2 Sepang. Jika Morbidelli finis di urutan keempat, dia akan menjadi juara jika Lüthi tidak finis pertama atau kedua.
Morbidelli finis di urutan kelima, keenam atau ketujuh, dia akan menjadi Juara jika Lüthi tidak finis di podium. Jika Morbidelli ke-8 atau ke-9, dia akan menjadi Juara jika Lüthi tidak finis lebih baik dari kelima.  Morbidelli ke-10, jadi Juara jika Lüthi tidak finis lebih baik dari keenam. Morbidelli ke-11, dia akan menjadi Juara jika Lüthi tidak finis lebih baik dari ketujuh. Morbidelli ke-12, jadi Juara jika Lüthi tidak finis lebih baik dari ke-8.

Jika Morbidelli ke-13, dia juara jika Lüthi tidak finis lebih baik dari ke-9. Morbidelli ke-14, dia akan juara jika Lüthi tidak finis lebih baik dari ke-10. Morbidelli finis ke-15, dia Juara jika Lüthi tidak finis lebih baik dari ke-11. Jika Morbidelli gagal mencetak poin, dia akan menjadi Juara jika Lüthi tidak finis lebih baik dari ke-12. Miolo

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2017, Moto2, Moto3 2017

BAGIKAN