nhk

Jelang MotoGP Misano 2019: Razali Bangga Dengan Quartararo Dan Petronas Malaysia

ManiakMotor – Sejarah motorsport Malaysia khususnya balap roda dua, sejak 1991 mereka bikin perhelatan grand prix yang sekarang dikenal dengan MotoGP.  Saat itu diadakan di sirkuit Shah Alam yang sebenarnya empat tahun kemudian diikuti Indonesia. Namun tahu sendirilah ekonomi dan para petinggi di negara kita.

Tahun ini atau 2019, Malaysia tentu lebih bangga dengan keberadaan tim sendiri di MotoGP. Tentu diawali dengan prestasi pembalap mereka ikut di kelas-kelas pembibitan supporting race MotoGP. Mereka sendiri akhirnya punya pembalap MotoGP yang namanya Hafizh Syahrin itu. “Lebih bangga lagi Malaysia punya tim Petronas Yamaha Team. Tim ini hanya dalam 12 seri langsung punya nama. Kami tak salah memilih kru dan dua pembalap untuk 2019,” papar    Razlan Razali, pemimpin Petronas Yamaha SRT MotoGP. 

Razali yang juga CEO Sirkuit Sepang tersebut, tentu juga menjadi pemimpin pertama orang Melayu tim MotoGP. Bangga dong. Pakai uang negara dengan perusahaan BUMN lewat minyak mereka Petronas – kalau di sini Pertamina – prestasinya langsung kinclong. Dua pembalapnya, Fabio Quartarara dan Franco Morbidelli, di klasemen posisi ke-8 dan ke-10.

Lebih bangga lagi dengan Quartararo yang jadi pembalap termuda merebut pole yang dilakukannya di MotoGP Jerez. Lalu tiga posisi pole, total enam front row dan tiga kali podiium, “Kemarin di Silverstone, hanya soal keberuntungan saja yang dialami Fabio. Secara keseluruhan tim menghargai prestasinya. Prestasi yang saat mendirikan tim ini belum kami bayangkan,” tambah Razali.

Bagi Razali sebagai orang Malaysia, dia lebih bangga punya tim MotoGP sendiri dari Malaysia. Katanya, lewat tim ini dia dapat memberi tahu penggemar dan media di seluruh dunia, bahwa dia orang Malaysia. Timnya menjadi duta untuk negaranya. Pokoknya sangat menjalani peran tim tersebut dari paddock menjadi perwakilan negara terhormat.

Boleh Razali mengaku sulit menjawab kesuksesan timnya. Tapi kalau penulis bilang jawabannya ketersediaan dana dari Petronas. Mulai kelihatan ketika Petronas menarik sebagian dananya dari Formula One, ya untuk memperlebar ke MotoGP, “Dan kami punya sosok di dalam tim yang profesional. Misalnya, Johan Stigefelt, hebat menyatukan personel  dan logistik sebagau dasar dari tim. Juga Wilco Zeelenberg yang  berpengalaman dalam tim MotoGP. Dan sebagainya,” cocor Razali yang sosok dia sebut adalah orang-orang ngetop di balap dunia roda dua.

Memang asyik di Malaysia, keuntungan yang diraup dari rakyatnya seperti penjualan mintak Petronas, dikembalikan untuk promosi ketenaran negara di otosport. Kita lihat saja F1 dan MotoGP, mereka dukung. ARRC atau balapan Asia mereka tunjang. Kejurnas balap motor di sana, mereka danai. Beda dengan Pertamina, untuk biaya politik. Dulu sih sempat ramai era 90-an. Nggak tahu tuh ke mana sekarang. M11 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353