Jelang MotoGP Misano 2020: KTM Usul Aturan Baru Restart Bendera Merah, Agar Adil..!

ManiakMotor – ‘Harusnya’ KTM Pol Espargaro naik podium dalam dua balapan di Austria lalu. Tapi di kandang KTM itu, hanya Austria yang kedua dia ketiga. Di Austria pertama digagalkan insiden Franco Morbidelli dan Johan Zarco. Di restart atau part 2 balapan Pol kehabisan kuota ban medium.

Katanya bila mempertahankan ban bekas sangat riskan. Lawan-lawannya mengganti ban segar, “Aturan memang membebaskan saat lomba dihentikan dan start ulang, boleh ganti ban baru. Harusnya ke depan aturan ini diubah. Ketika lomba dihentikan, motor tak boleh disentuh, dilarang pegang ini dan itu, apalagi ganti ban,” usul Pit Beirer yang Direktur KTM Motorsport.

Tentu, “Di GP Austria pertama kami memimpin (maksudnya Pol). Saya seorang yang tidak pernah bicara kesialan. Itu semata lomba dihentikan dan Pol pada start kedua kehabisan ban medium, dia terpaksa  menggunakan ban soft yang kurang sesuai dengannya,” tambah Beirer yang mantan pemain tangguh motocross dari KTM itu.

Katanya, tidak ada satu pun pembalap yang berharap lomba dihentikan dan lanjut lagi. Bertahan dengan ban yang dipakai sejak start dan dipakai lagi part kedua, akan kalah dengan lawan pakai ban baru. “Ban tersebut sempat kepanasan, lalu kembali dingin, dan hangat kembali, perlu 3 lap bisa bekerja optimal. Sedang yang pakai ban baru di part 2 tangguh sepenuhnya sejak lap awal,” tambah Beirer.

Lantas diajurkan merevisi regulasi ketika lomba dihentikan dan start ulang. Soal ban  juga psikologis bagi pembalap. Ketika dia melihat kiri dan kanan, semua lawan pakai ban baru. Mau nggak mau juga harus ganti. Pol misalnya, walau yang soft kurang pas tetap dipaksakan.

“Ada juga diskusi kenapa tangki berkapasitas 22 liter, tapi saat masing-masing tim di-restart, mereka bisa ukur ulang bahan bakar yang pas. Ini memungkinkan Ducati untuk menggunakan kekuatan penuh mereka. Padahal aturan awal sudah sesuai jumlah lap?” tambah Beirer sambil bertanya.

Menurut Beirer mereka akan memulai diskusi bersama MSMA atau Komisi Grand Prix. Temanya soal balap dihentikan apakah motor harus dibawa kembali ke garis start atau ke Parc Permé segera.

“Saat start ulang setiap peserta harus menggunakan set-up sama sebelum balapan dihentikan. Tetap dengan ban dan jumlah bahan bakar yang sama,” tegas Beirer yang percaya diri mengusulkan aturan tersebut, maklum KTM mulai dianggap sekarang.

Baginya, setiap tim telah bekerja dua setengah hari untuk menyusun set-up buat race. Lalu berstrategi dengan kompon ban tertentu dengan jumlah bahan bakar yang maksimal pada lap yang juga telah ditentukan.

“Maka adilnya saat dihentikan, tidak ada lagi yang boleh utak-atik motor. Kecuali jika ada suku cadang yang hilang atau sesuatu yang mempengaruhi keselamatan,” pungkas Beirer.

Setuju…! Raider

BACA JUGA

Jelang MotoGP Misano 2020: Marc Marquez Diandaikan Kucing Keluar Dari Dapur, Para Tikus Menari..!

Jelang MotoGP Misano 2020: Plin-Plan Hukum Track Limit, Contoh Pol Espargaro Dan Jorge Martin

Klasemen MotoGP 2020, Moto2 Dan Moto3

Jelang MotoGP Misano 2020: Musim Aneh Rossi Bisa Juara Dunia? Set-Up Cepat Berubah.!

MotoGP 2020: Usai Austria, Miller Tak Berani, Sampai Posisi Rossi Berpeluang Juara Dunia..!

MotoGP 2020: Morbidelli Puji Rossi, Joki M1 Paling Konsisten Di Austria, Balas Di Misano..!

 

BAGIKAN