nhk

Jelang MotoGP Motegi 2017: Bos Ducati Ciabatti, Yamaha Masalah Besar Ditinggal Rossi

Rossi, Yamaha, MotoGP

ManiakMotor – Jika Rossi mendadak bilang pensiun tahun depan, masalah besar buat Yamaha. Jika benar, pembalap Italia 38 tahun itu meninggalkan beberapa ‘sepatu besar’ yang harus diisi skuad garputala. Paolo Ciabatti (PC), Direktur Sport Ducati Corse yang mengawasi sisi sport berbicara, bagaimana dirinya melihat dan peran Rossi di Yamaha.

Kalo saja Rossi benar-benar gantung helm, baju dan sepatu balap, Yamaha harus menemukan pembalap dengan karisma dan ketenaran yang sama. Baik di trek maupun di luar. Apalagi menyamai prestasi, dari yang berlaga saat ini tidak ada satupun.

Menurut PC, tidak ada yang bisa menggantikan Rossi karena ia bukan hanya pembalap sangat berbakat. Juga terbaik dalam sejarah balap motor dan menjadi karakter di luar arena balap. Seperti Giacomo Agostini (Italia) di tahun-tahun itu hanya karena cepat dan seorang playboy atau Barry Shane (Inggris). Tidak ada yang terkenal ke seluruh dunia seperti Rossi.

Yamaha sekarang sudah punya Vinales, lanjut PC dan baru berumur 22 tahun dan sangat kompetitif. Sekarang, tinggal bagaimana filosofi pabrikan dan tim serta sponsor. Ini sangat subyektif. Bisa saja Yamaha ingin berinvestasi dengan pembalap muda yang menjanjikan. Maka, dipilihlah pendamping Spanyol dicomot dari moto2.

“Sekali lagi, tidak ada cara atau menggantikan Valentino dengan seseorang yang sama tenar dan prestasinya,” tegas Ciabatti. Sekarang ini, ada segelintir pembalap hebat, karakter hebat, dihormati dan dicintai oleh penggemar, tapi tidak ada orang yang di luar dari penggemar balap motor yang tahu tentang mereka, kecuali di negaranya sendiri.

Buat Yamaha sendiri, saat ditinggalkan Rossi, hanya ada dua pilihan. Membangun tim dengan Vinales ujung tombak didampingi pembalap baru (dari moto2) atau merekrut dari pembalap satelit (Johan Zarco atau Jonnas Folger). Atau menduetkan Vinales dengan yang setara, bisa Iannone, Pedrosa atau Dovizioso. Rezki

BAGIKAN