nhk

Jelang MotoGP Mugello 2017: Macam Mana Kalau Zarco Ke Pabrikan Yamaha Atau Honda?

05 Zarco Lemans

 

ManiakMotor  – Menunggang M1 kw2 dari tim satelit Yamaha Tech saja, boleh acak-acak barisan depan MotoGP 2017.  Macam mana kalau alias andai Johan Zarco, terpilih ke tim elit macam Yamaha Movistar atau Repsol Honda Team?

Ada dua jawabannya, bisa lebih hebat dari sekarang, boleh pula terpuruk. Jadi pejabat eh pembalap tim pabrikan juga bebannya berbeda. Tuntutannya luar biasa, karena sudah menggunakan motor spek juara, ya harus juara.

Dengan tim satelit, tekanannya tentu lebih ‘santai’ karena menggunakan motor yang lebih ‘tua’dari pabrikan. Target mereka bukan juara, yang penting melakukan perlawanam. “Naik ke MotoGP saja sudah syukur. Lalu ada tim yang menampung lebih syukur lagi,” sebut Zarco ketika pertama dipinang Tech 3 yang artinya nggak peduli di tim mana dia di MotoGP.

Pembalap Prancis itu pun dengan bebas berekspresi di tim satelit. Gebrakannya di Qatar sejak start membuat dia jadi cerita. Aksinya dengan Valentino Rossi pun menjadi berita. Kemarin di Le Mans saat tampil di negaranya, dia podium kedua. Podium terbaik dari pembalap satelit setelah lima seri berlalu. Dan prestasi hebat rookie 2017 sampai seri ke-5 kemarin. Juga di klasemen memimpin para pembalap satelit.

Pembalap yang dua kali juara Moto2 itu, memang sudah termasuk senior saat sampai ke MotoGP. Umurnya 26 tahun. Bahkan dia sempat merasakan GP125 yang 2T. Juga sejak 2012 berada di Moto2. Jam terbang memang sudah penuh. Kita lihat saja di Mugello, Italia aksinya lagi. Miolo

BAGIKAN