nhk

Jelang MotoGP Prancis 2017: Ducati Ngotot Sayap Baru, Lorenzo Tekad Podium di Le Mans

Lorenzo, motogp, Prancis
Lorenzo saat melakukan tes private di Mugello, kemarin

ManiakMotor – Larangan winglets membuat Ducati terpuruk dan bahkan terlanjur bayar mahal 12 juta euro untuk kontrak Lorenzo. Perlahan tapi pasti, skuad Borgo Panigale itu mulai bangkit dan menuai hasil dengan finish ketiga dipersembahkan pembalap termahal mereka. Namun, Ducati tidak diam dan terus mencari cara baru untuk mengganti sayap lama.

Dari seluruh tim pabrikan, tinggal Ducati dan Honda yang belum menggunakan fairing revisi. Soal dengan sayap radikal baru mereka tampak tidak puas. Karena, dari hasil tes pra-msuim di Qatar dan kemudian di Jerez (usai balapan pertama), diketahui terlalu banyak membutuhkan kecepatan di trek lurus.

Hal itu sudah dimaklumi para teknisi Ducati. Karena, selama tes terjadi penurunan kecepatan 6 mph atau sekitar 10km/jam. Keputusannya, konsep sayap radikal tidak jadi dipakai.

“Faktornya, keseimbangan. Ketika kami mencoba (fairing), kami menganalisis keseimbangan, itu tidak cukup baik saat ini,” ujar Dovizioso. Ducati, katanya sedang berusaha untuk mencoba, tapi sangat sulit.

Lorenzo yang baru di Ducati mengakui, secara teoritis winglet solusi terbaik untuk memberi tekanan pada ban depan. “Tapi, itu secara keseluruhan. Untuk saat ini, orang lebih banyak punya point lemah dari yang kuat. Saat ini kami lagi selidiki untuk melihat apakah dapat menemukan sesuatu,” urai JL.

Di Le Mans Lorenzo punya rekor cukup bagus. Di antara seluruh pembalap, dirinya raih kemenangan terbanyak 5 kali. Siapa tahu, dengan adanya 3 setelan yang berbeda bisa nyantel satu di Le Mans. Rezki

BAGIKAN