nhk

Jelang MotoGP Prancis 2018: Ini Sebab Elektronik Yamaha M1 Mandek, Jaya Di Era Furusawa

ManiakMotor – Kalibrasi yang jadi saran Corrado Cecchinelli (Direktur Teknologi MotoGP) buat yang kesulitan memadakukan elektronik dari akselerasi motor MotoGP. Kuncinya pengaturan ECU (perangkat keras) dan kontrol elektronik sebagai perangkat lunaknya bekerja terukur. Instrumen ini harus bekerja akurat sesuai susunan set-up motor.

“Walau seragam ECU dan elektronik dari Magneti Marelli, namun ada ribuan angka yang harus dipadukan. Itulah yang disebut kalibrasi dan itu ada alatnya. Ada satu lagi alat yang dibutuhkan mendukungnya disebut interface untuk ‘komunikasi’ pengguna dan elektoniknya agar lebih akurat,” sebut Cecchinelli tanpa spesifik mengajari Yamaha pabrikan.

Tapi kalau cerita kondisi sekarang, persoalan elektronik ini ada pada Yamaha M1 yang digeber Valentino Rossi dan Maverick Vinales. Dan setahu Cecchinelli yang pernah jadi wakil direktur Ducati Corse  pada 2006-2011 itu, Ducati dan Honda sudah menemukan lebih canggih yang hasilnya presisi kalibrasi mereka.

Karena ribuan angka untuk ketepatan real time kinerja mesin ini, sudah diprogram masing-masing produsen sesuai spesifikasi motor. Dan itu kudu dipetakan sesuai kondisi, “Contoh saat akselerasi dan banyak spin, artinya elektronik kontrol traksi yang dominan. Saat itu ECU otomatis mengurangi torsi. Untuk dapat hasil yang pas, tentu saja pada kalibrasi dan uji coba,” papar Cecchinelli di Crash.

Mungkin juga sekalian menyindir para ahli elektronik di kubu Yamaha seperti dilansir SpeedWeek. Bahwa Movistar Yamaha kekurangan SDM elektronik yang ‘kapabel’. Katanya beberapa tahun lalu, pengembang elektronik yang bernama Andrea Zugna yang jadi andalan Yamaha, eh pindah ke Repsol Honda. Tidak main-main, Zugna sekarang bertindak sebagai bos elektronik di sana. Orang Italia itu sudah bersama Yamaha saat era Masao Furusawa.

Ada lagi ahli telemetri saat Jorge Lorenzo masih dengan Yamaha namanya Carlo Luzzi, juga pindah ke Honda. Bahkan Carlo khusus menangani RC213V Márquez. Juga Cristian Battaglia tidak lagi di Movistar Yamaha, tapi mencari nafkah di Pramac Ducati yang menangani Danilo Petrucci.

SDM disebut di atas punya level yang tak diragukan untuk elektronik. Baru beberapa bulan yang lalu, Yamaha Movistar mendatangkan insinyur elektronik sewaan. Mereka baru tekun ketika Januari 2018 di tes Sepang dan mengetahui elektronik sebagai kelemah utama M1.

Namanya juga orang baru. Makanya Rossi kelihatan nggak sabar. Atau kirim dari Indonesia, hehe. Miolo

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2018, Moto2, Moto3 2018

Jelang MotoGP LeMans 2018: Tragis 14 Seri Rossi-Vinales Tanpa Juara, Lakukan Di Prancis

BAGIKAN