nhk

Jelang MotoGP Qatar 2018: Kans Rossi Tetap Besar, Main Malam Kok…!

ManiakMotor – Main malam suhu Losail di Qatar lebih adem! Walau bermain di padang pasir, suhu malamnya 21 derajat, lintasan juga hampir sama. Di sirkuit Losail di bulan Maret masih dingin, cuacanya terpanguh daratan Eropa. Kelembaban udaranya juga normal bermain 65-68 persen. Itu nyaman, nggak pengap.

Keuntungan buat Valentino Rossi dan motor M1-nya. Sejak dari Ducati ke Yamaha, kecuali 2016 Rossi keluar dari podium alias keempat. Selebihnya dia berada di deretan podium bahkan 2015 juara Losail. Tahun lalu dia hanya ketiga, “Motor membaik di akhir sesi tes di Losail. Setelan motor terakhir itu, akan dilihat lagi sejak FP1 di Losail,” cerita Rossi usai testing di tempat sama minggu lalu.

Kenapa cuaca seperti di atas keuntungan buat The Doctor? Tahu sendiri, dia paling senior dari 24 pelaga MotoGP 2018. Dia akan membalap dengan nyaman, lantaran suhu dan kelembaban tadi. Pernafasannya lancar. Dengan begitu, doski akan percaya diri dari  susunan stamina siap tampil di ronde awal yang sesi FP1 dan FP2 sudah dimulai 16 Maret 2018 di Qatar.

Bersahabat dengan M1-nya, lantaran trek Losail termasuk dingin dengan suhu 21 derajat. M1 tidak akan bikin masalah seperti keluhan pembalapnya bila menemui trek yang panas. Suhu 21 itu akan konsisten di sirkuit Losail lantaran sinar lampu tidak akan menaikan suhu aspal. Kan tampil malam bro yang di Indonesia saat race jam 23.30 dan di sana tepat 19.00.

Jadi kans Rossi tetap besar di Losail, mengingat sejak ada MotoGP di Qatar, trek ini dikenal milik Yamaha.  Tiga tahun berurutan belakangan M1 juaranya di sana. MM

BACA JUGA

Vilanes Juara MotoGP Tahun Lalu Di Qatar, Belum Yakin Sama M1-Nya 2018

MotoGP 2018: Diajari Marquez, Morbidelli Baca ’Kitab Suci’, Harus Rela Jatuh

Jelang MotoGP Qatar 2018: Dovizioso Lebih Favorit Dibanding Rossi dan Marquez

Bos Ducati, Gatel MotoGP Ingin Segera Di Indonesia, Pengikut Sosdmednya 40% Kita

BAGIKAN