nhk

Jelang MotoGP Sachsenring 2019: Petronas Yamaha Diejek Saat Kontrak Quartararo

ManiakMotor – Fabio Quartararo Disebut penerus Marc Marquez saat juara Moto3 FIM CEV usia 14 dan 15 tahun pada 2015. Tapi saat masuk tim Moto3 dan Moto2 dunia, dia dianggap tak memenuhi kriteria. Bahkan tak disukai bos tim. Juga tim Petronas diejek ketika mengontrak pembalap Prancis tersebut.

Katanya sih sebabnya banyak. Pada 2015 di Moto3 bersama Estrella Galicia 0,0, dia dibedakan dengan Jorge Navarro yang selalu dapat mesin segar. Sedang 2016 dengan tim Leopard Racing, disebut nggak cocok dengan bos tim Leopard si Emilio Alzamora. Sehingga berpengaruh pada kinerja Quartararo. Dia pun di klasemen Moto3 2016 hanya ke-13. Saat itu Quartararo berpasangan dengan Joan Mir yang saat ini di Suzuki MotoGP.

Demikian juga di Moto2 dengan Pons HP40. Si Sito Pons sebagai bos HP40 juga kurang suka padanya. Bahkan kontraknya tiga tahun berakhir begitu saja. Quartararo pernah mengeluh di Moto2 bersama Pons, kerap menggunakan sasis yang bengkok tanpa dibenahi tim. Sebab Pons saat itu, juga kurang sponsor.

Tim-tim yang pernah disinggahi Quartaroro bilang, mereka kurang berkenan dengan ikut campur sang ayah bernama Etienne. Sang ayah yang mantan pemain GP1125 dari Prancis ini dianggap sering jadi biang kerok tim yang menampung Quartararo. Sehingga konsentrasi Quartararo sering terganggu. Kinerjanya dianggap buruk, bahkan sekelas Santi Mulero kesulitan ‘menggoda’ Quartararo maksimal.. Karena itu pula, rencana besar HRC pada Quartararo tidak berjalan sesuai harapan.

Intinya, kontrak tiga tahun dengan Pons nggak jelas, Quartararo ditampung tim Speed-UP pada Moto2 2018. Pemilik tim Luca Boscoscuro memberi kepercayaan penuh padanya. Quartararo mengaku di tim ini, ia menemukan suasana keluarga yang diinginkan. Dengan sasis yang masih sulit dikendalikan itu, Quartararo membuktikan kepercayaan tim dengan menang Moto2 di Catalunya, kedua di Assen dan juara di Jepang walau belakangan dianulir akibat tekakanan ban-nya di bawah 1.5 bar.

Singkatnya dari Speed-Up dia dilirik Petronas Yamaha. Itu pun sempat dipertanyakan para kritikus dan wartawan. Kenapa Petronas nggak meminang Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo atau Bradley Smith yang lulusan dari Tech3. “Dari minggu ke minggu di MotoGP dia selalu memberi kejutan. Bocah ini khusus buat kami. Di usia 20 tahun dan rookie di MotoGP, tapi sudah memberi kita tiga pole dan dua podium berturut-turut,” bela Razlan Razali, kepala tim  Petronas Yamaha dan juga CEO Sirkuit Sepang.

Memang kritik dan pransangka orang harus dibayar dengan prestasi. Dan kita tunggu aksi Quartararo di sirkuit Sachsenring, Jerman pada 5 – 7 Juli 2019. Dia sekarang sudah berubah jadi Fast Fabio yang dibaju balapnya tertulis Il Diabolo yang bikin gempar tiap balapan dengan M1 satelit. M11

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2019, Moto2 dan Moto3

Jelang MotoGP Sachsenring 2019: Dovizioso Sulit Mengalahkan Marquez Di Jerman

Jelang MotoGP Sachsenring 2019: Agostini Kembali Soroti Rossi, Puaskan Ngegas Saja

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353