nhk

Jelang MotoGP Sachsenring 2019: Quartararo-Morbidelli Dipuji, Angkat Gengsi Petronas Yamaha

ManiakMotor – Fabio Quartararo telah mengangkat pamor timnya Petronas Yamaha SRT baru 8 balan ikut, tapi mengantarkan pembalapnya di 10 besar klasemen. Quartararo juga sudah dua kali podium beruntung di Catalunya kedua dan Assen pada Ahad 30 Juni 2019 ke-3.

Terlepas M1 Quartararo mengguncang keras di Assen yang katanya hanya salah racing line, mantap secara menyeluruh, “Saya telah membalap dengan baik terlepas dari kesalahan di R5. Di situ harusnya motor diluncurkan ke luar, bukan ditekuk ke delam. Itu setelah saya periksa cara Maverick (Vinales) dan M1 lainnya. Tapi nggak papa, itu pengalaman,” sebut Quartararo yang ke-6 di klasemen, terbaik kedua dari para penunggang M1 dan paling top dari pembalap satelit.

Maksudnya dengan dia langsung mengambil ke sisi dalam akan terjadi persilangan laju motor dan angin. Akibatnya, M1 pacuan Quartararo mengguncang. Itu malah dilakukan berulang-ulang yang kelihatannya membuat nyali Quartararo kendur pula. Makanya sudah nggak berusaha sodok-sodok Marc Marquez, apalagi Vinales.

Apa pun itu, posisi Petronas Yamaha SRT (PYS) menjulang. “MotoGP yang luar biasa. Sulit dipercaya, tim ini baru berusia delapan balapan. Fabio telah melakukan pekerjaan dengan sangat baik sepanjang akhir pekan. Seluruh tim telah melakukan pekerjaan terukur. Franco (Morbidelli) juga hebat dengan kelima di Assen ini,” kata bos tim Razlan Razali dan chief  Sirkuit Sepang tersebut.

Iya sih, PYS memang baru. Tapi duitnya banyak sehingga mampu membayar personel tim yang profesional. Di situ ada direktur tim yang mantan pembalap GP Johan Stigefelt. Lalu manajernya tim Wilco Zeelenberg yang sebelumnya lama memimpin tim pabrik Yamaha. Belu lagi mekanik senior Roman Forcada yang sepanjang Jorge Lorenzo du Yamaha doski yang menangani.

“Assen menghasilkan yang terbaik buat kami. Pembalap kami finish ketiga dan kelima memang datang agak tak terduga. Dengan hasil bagus, percaya diri tim tumbuh. Kami harus  Sachsenring dengan lebih banyak energi lewat hasil di Assen,” tegas Zeelenberg yang asal Belanda berusia 52 tahun itu.

Mantaplah Quatararo, dia yang angkat gengsi tim. M11

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2019, Moto2 dan Moto3

Hasil MotoGP Assen, Belanda 2019 Moto2 dan Moto3

Jelang MotoGP Sachsenring 2019: Jatuh Tiga Lomba, Rossi Hibur Diri Dapat Sesuatu

Pasca MotoGP Assen 2019: Strategi Marquez Sejak Awal Jangan Lepas Dari Dua M1

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353