nhk

Jelang MotoGP Thailand 2019: Doohan Bicara Karakter Lorenzo-Marquez, Sarankan Ducati Cari Bibit Muda

ManiakMotor – Mick Doohan si legenda Honda di GP500, bicara soal Jorge Lorenzo dan Marc Marquez. Kenapa, Lorenzo kelamaan mempelajari Honda dan bahkan makin ke sini, kelihatannya malah trauma dengan jatuh. Lalu napa pula Marquez dengan entengnya memainkan RC213V?

“Marc adalah pembalap agresif dengan cara yang tidak biasa. Marc butuh motor yang sangat gesit, karena itu karakter. Sementara, Jorge pembalap yang  ingin motor yang ‘diam’ seperti Yamaha. Sedang Honda sejak awal adalah punya karakter agak ‘liar’, tapi tidak seliar yang dibutuhkan Marquez,” papar Doohan yang juara kelas puncak bersama Honda lima kali berturut dari 1994-1998.

Kalau bisa disebut tipe Marquez rada berangasan membawa motor. Istilah paling mudah dimengerti adalah pecicilan. Maka dia butuh motor yang sama pecicilannya. Dan itu cocok dengan Honda. Toh makin kencang motor di tikungan, karakternya memang seperti yang disebut Doohan.

Marquez mampu mengimbangi dengan kelincahannya menggunakan siku atau yang sekarang disebut elbow down dan dengkul, “Juga ditambah dengan memainkan badan,” tambah Doohan yang karirnya di kelas puncak sejak awal dan berakhir dengan Honda.

Menurut Doohan, setelah Lorenzo merasakan Honda dan dijatuhkan oleh Honda, maksudnya jatuh berulang dengan RC213V, Lorenzo berusaha mengambil jalan tengah. “Karena Jorge ini adalah pemain otak. Juara 3 kali dengan Yamaha didapatnya dengan dengan otaknya itu. Saat ini, Jorge jujur ada beberapa kekurangan yang harus dia dibenahi agar pas dengan RC213V,” terang Doohan lagi sembari mengingatkan pada Lorenzo jangan memaksakan kalau memang motor belum pas, riskan jatuh berulang, bisa melukai diri sendiri.

Kata Doohan, Lorenzo pasti mampu menyatu dengan Honda. Seperti di Ducati pada awalnya dia kesulitan. Tapi tahun kedua dia bisa juara seri tiga kali dengan Ducati. Persoalannya, Ducati ingin buru-buru dapat juara dunia seperti 2007. Karena titel tersebut sudah lama mereka inginkan.

Berhubung sebut-sebut Ducati, bagaimana isu Marquez loncat ke merek Italia tersebut 2021? “Marquez pembalap hebat. Tapi Ducati harus mengelola dirinya sendiri. Carilah pembalap debutan seperti mereka menemukan Casey Stoner dan juara 2007. Lalu Honda dengan Marquez. Atau saat ini Fabio (Quartararo) yang dengan tim satelit bisa berbicara. Karena Ducati telah mencobanya, namun gagal,” pungkas Doohan.

Gitu bro. MM

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2019, Moto2 dan Moto3

Jelang MotoGP Thailand 2019: Cecchinello Anggap Marquez Dari Dunia Lain, Bukan Patokan..!

Jelang MotoGP Thailand 2019: Rossi ‘Jengkel’ Juga Pada Quartararo


Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353