nhk

Jogja Cornering Seri 2; Fun Race Benaran, Dari CB Sampai R25, Doni Tata Sampai Hendriansyah

 

 

ManiakMotor – Beda dengan IndoPrix di seri 4 kemarin yang jadi fun race. Kalau Jogja Cornering alias JCO, memang event yang dikemas fun race. Berawal dari latihan bersama safety riding, kini berkembang menjadi balap lumayan serius. “Meski bergelar Fun Race, tetapi banyak juga pembalap senior yang ambil bagian,” kata Ressa Wintananda, penggagas acara.

Ressa adalah pembalap angkatan Hendriansyah dan Irwan Ardiansyah. Terus race directornya Bima Oktavianus yang baru pensiun dari IP. Kru lapangan adalah pembalap-pembalap jogja, mulai dari tukang sapu sampai petugas lintasan. “Acara ini juga mencari bibit-bibit pembalap yang tidak tertampung di road race yang biayanya sekarang kelewat mahal,” tambah Bima.

JCO jadi mirip ajang silaturahmi, reuni, bagi-bagi ilmu dari senior ke yunior. Sayang JCO seri 2 (11/10), di sirkuit Stadion Maguwoharjo, Sleman bebarengan dengan IP di Sekayu yang akhirnya juga jadi funa race. Dewa road race, Hendriansyah pun urung tampil. Padahal namanya sudah di list entry panitia.

Selain itu, reuni pembalap Manual Tech jadul seperti Feryando Yu Djum dan Dimas Krucil pun lantas terjadi. Mereka pun mengenang masa indah masa muda mereka. Mengenang ketika badan mereka masih langsing. Sekarang, perutnya dah mulai buncit. Tetapi enggak masalah, karena dompetnya juga tambah buncit. Para pembalap ini sekarang banyak jadi pengusaha sukses.

Bahkan Adi AW dan Doni Tata juga tampak dalam kerumunan. Mau turun juga Don. “Lihat-lihat dulu, cuma main aja,” kata Doni yang ke Maguwo bareng bapaknya, Kiswadi. Pokoknya tumplek blek deh pembalap senior dan yunior.

Makanya JCO ini bisa berlangsung juga didanai oleh pembalap sendiri. Mirip slogan TNI yang barusan ulang tahun. JCO ini, dari pembalap, oleh pembalap dan untuk pembalap. Pembagian kelasnya pun dibikin sangat sederhana. Fun race dan open race. “Buat peserta fun race, semua dapat piala. Itu buat motivasi. Open race hanya diambil 5 besar,” lanjur Ressa.

Di seri kedua ini awalnya hanya dibatasi sampai 150 peserta. Tetapi permintaan terus berdatangan dan jebol 200-an starter. Di seri perdana tembus sampai 300 starter. Kerennya lagi, perserta pemula diwajibkan turun juga di kelas open untuk melatih mental dengan para senior.

Motor yang turun juga enggak main-main, dari spek road race, bore up sampai 200 cc. Sport 250 cc juga digelar. Ajang pembuktian mekanik-mekanik berpower besar ini. Tak heran Honda CB bisa bertarung dengan Yamaha R25 dan Kawasaki Ninja Fi Twin.

Modifikasinya juga edan-edanan. Khususnya kelas open.. biaya modifikasinya enggak kalah dengan motor Motorprix atau Indoprix. Bisa tembus di atas Rp 80 juta rupiah. Tenang… pasti Maniakmotor bongkar motor-motor eksotis ini. Tunggu saja! Kyai Pradah

BACA JUGA

Modifikasi Honda Supra X125: Tampang DAn Parts Standar 16 Dk, Juara Cornering

IndoPrix 2014 Skyland Sekayu; Final Binuang Vs Sentul Besar? Balap Motor Tercoreng

               

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353