nhk

Joki Drag Bike Heru Sawit Tewas, Balap Liar Marak, Tanpa Sirkuit Di DKI

Heru Sawit Tewas
Heru (kiri) dan Chabix (kanan)

ManiakMotor – Sebenarnya, hasrat seting dan kebut lurus saja, sudah diwadahi di Sentul International Circuit atau Sentul Besar. Adanya Senin dan Kamis yang dikenal dengan balapan SERA. Menggunakan trek lurus Sentul Besar. Syaratnya hanya bayar dan pakai helm.

Ternyata itu belum cukup. Kenapa? “Selain Sentul sangat jauh di Bogor sana, lama-lama terasa mahal buat anak Jakarta. Perjalanan ke sana butuh dana. Eh sampai di sana, hanya dikasih waktu sejam. Ya 1 jam saja kegiatan SERA itu pada Senin dan Kamis,” sebut Yong Mustopa, senior drag bike yang punya tim Yong Motor di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Belum lagi kalau ada kegiatan lain, SERA ditiadakan. Maksudnya nggak berlangsung, walau ‘peserta’ sudah berdatangan. “Jangan heran banyak balap liar di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Sudah gitu, IMI DKI dan Pusat diam saja tuh. Yang mengherankan, penjualan motor di Jabodetabek ini terbesar di Indonesia. Mana subangsih pabrikan untuk menanggulangi balap liar?” tambah Yong sembari bertanya.

Yong ini menjadi tim yang dibela pembalap Heru Sawit. Heru tewas pada Kamis dinihari (4/5-2017) di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Utara. Dari cerita liaran, dia panik karena mendadak ada polisi yang sudah mengepung, coba baca ini. Intinya, Heru ini dalam dua bulan terakhir yang kedua tewas. Akhir Maret lalu Irfan Chabix juga meregang nyawa di liaran Serpong, Tangeran, Banten ini baca juga. Keduanya pembalap muda yang resmi untuk drag bike.

Eko Chodox, pembalap senior drag bike yang sampai sekarang masih bertaji papan atas nasional, melihat balap liar di Jakarta dan sekitarnya sangat fulgar. Katanya, nyaris setiap malam ada. “Kasihan pembalap Jakarta yang bagus-bagus pada wafat di liaran. Chabix dan Heru, keduanya pembalap berbakat,” sebut Chodox mengingatkan Jakarta.

Kembali ke Yong yang bicara setiap ada gubernur baru di DKI janji-janji mulu akan ada sirkuit. Memang bikin sirkuit di DKI mustahil, tanahnya nggak ada, ada pun mahal. “Maaf buat road race. Kalau dihitung saat ini pembalap drag bike justru lebih banyak. Kenapa nggak dibikin lintasan untuk drag di tengah kota di lahan yang nganggur? Kenapa di Senayan bisa disewa untuk drag bike? Berarti ada! Tapi siapa yang mewadahinya untuk sekadar trek lurus menampung anak muda, agar balap liar berkurang. Itu tadi, tanya ke IMI DKI, PP IMI dan produsen motor,” tutup Yong.

Ya nanti ditanyakan. Miolo

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353